OCHA berupaya untuk memastikan bahwa “perempuan terwakili dalam tim kesehatan dan lebih banyak pekerja bantuan perempuan yang mendukung distribusi, beserta layanan gizi, psikososial, dan konseling lainnya,” ujarnya.
Potensi Wabah Penyakit
Bencana alam ini telah mengakibatkan banyak keluarga hidup tanpa air bersih dan sanitasi di tenda-tenda atau “di bawah langit terbuka, terpapar hujan dan dingin,” kata O’Hara.
“Dengan endemik kolera di wilayah tersebut dan penilaian awal menunjukkan bahwa 92 persen dari komunitas ini masih buang air besar sembarangan, potensi wabah kolera sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Sementara badan-badan PBB mendistribusikan makanan dan perlengkapan sanitasi, upaya-upaya perlu ditingkatkan.
“Masyarakat yang terdampak sedang berjuang untuk bertahan hidup,” ujarnya.
Tindakan Mendesak
Sejauh ini, 43.000 korban telah menerima makanan siap saji dan badan-badan PBB juga menyediakan tenda, selimut, dan perlengkapan sanitasi untuk membantu keluarga.
Namun, upaya kemanusiaan berisiko terganggu jika hujan deras membanjiri lokasi pengungsian atau jika gempa susulan berpotensi menyebabkan lebih banyak tanah longsor. Salju dari musim dingin yang akan datang juga diperkirakan akan memblokir jalan-jalan vital.
“Jika kita tidak bertindak sekarang, masyarakat ini mungkin tidak akan mampu bertahan hidup di musim dingin mendatang,” kata O’Hara. “Dana tambahan sangat dibutuhkan.”




