Selasa, September 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gempa Cianjur Karena Aktivitas Sesar Aktif yang Belum Diketahui Karakteristiknya

redaksi
22 November 2022
Kategori : Berita
0
Gempa Cianjur Karena Aktivitas Sesar Aktif yang Belum Diketahui Karakteristiknya

Peta dan analisis geologi kejadian gempa bumi merusak di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin (21/11). GAMBAR: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi

Menurut Pusat Vulkanologi endapan Kuarter tersebut pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Selain itu pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan, berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Pusat gempa bumi Senin pukul 13.21 WIB terletak di darat pada koordinat 107,05 BT dan 6,84 LS, berjarak sekitar 9,65 km barat daya Kota Cianjur atau 16,8 km timur laut Kota Sukabumi. Gempa ini dengan magnitudo 5,6 pada kedalaman 10 km.

Informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 107,095 BT dan 6,853 LS dengan magnitudo M5,6 pada kedalaman 10 km.

Menurut data GFZ, Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 107,05 BT dan 6,89 LS, dengan magnitudo M5,5 pada kedalaman 10 km.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Senin (21/11) pukul 19.34 korban yang meninggal dunia karena gempa darat di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, 62 orang.

Warga yang meninggal ini tersebar di Desa Rancagoong di Kecamatan Cilau, Desa Limbagansari di Kecamatan Cianjur, dan Kecamatan Cugenang.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Badan GeologiBNPBGempa CianjurGempa DaratgempabumiJawa BaratPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Bagikan8Tweet2KirimKirim
Previous Post

Gempa Darat Cianjur, 62 Meninggal dan Ribuan Orang Mengungsi

Next Post

Konstruksi Bangunan di Cianjur Harus Tahan Gempa Bumi dan Ada Jalur Evakuasi

Postingan Terkait

Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Temuan Utama Bencana Geologis Himalaya, Kenaikan Suhu yang Cepat Perparah Kerusakan

22 September 2026
Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Analisis Rangkaian Bencana Geologis Himalaya yang Menghantam Nepal

22 September 2026

Para Pemimpin Muda Menyerukan Tindakan Nyata untuk Pembangunan Berkelanjutan

Topan Dujuan Telah Menjauh dari Jepang

Mengapa Mahkamah Konstitusi Menyidangkan PHPU Pilpres 2024 tahun 2026?

Typhoon Dujuan Near Tokyo

Topan Dujuan Berada di Dekat Tokyo, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Gempa Teluk Tomini M 5,3 Guncang Banggai, Dirasakan IV-V MMI di Luwuk

Next Post
Gempa Darat di Cianjur Menewaskan Dua Warga

Konstruksi Bangunan di Cianjur Harus Tahan Gempa Bumi dan Ada Jalur Evakuasi

Komentar tentang post

TERBARU

Temuan Utama Bencana Geologis Himalaya, Kenaikan Suhu yang Cepat Perparah Kerusakan

Analisis Rangkaian Bencana Geologis Himalaya yang Menghantam Nepal

Para Pemimpin Muda Menyerukan Tindakan Nyata untuk Pembangunan Berkelanjutan

Topan Dujuan Telah Menjauh dari Jepang

Mengapa Mahkamah Konstitusi Menyidangkan PHPU Pilpres 2024 tahun 2026?

Typhoon Dujuan Near Tokyo

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Koto Mengarah ke Pantai Vietnam

Pajak Perikanan Tangkap Naik

Masuk Jaring, Nelayan Indonesia Lepas Lima Lumba-lumba Hidung Botol

Metode Baru Mengukur Pertumbuhan Koloni Karang

Saat Mendarat Jasper Meningkat Menjadi Badai Kategori 2 di Utara Queensland, Australia

Mengenal Paus Minke, Balaenoptera acutorostrata

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.