Darilaut – Gempa Sarangani di Filipina Selatan berkekuatan magnitudo (M) 7,8 pada hari Senin (8/6) pagi merusak sejumlah bangunan. Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) memperingatkan agar warga di daerah yang terdampak gempa Sarangani harus mewaspadai gempa susulan dan tetap di tempat evakuasi hingga peringatan tsunami dicabut. "Masyarakat harus menjauhi bangunan yang rusak, dan memeriksa adanya retakan," kata Direktur Phivolcs Teresito Bacolcol kepada Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA). Ia juga menyarankan masyarakat untuk mengikuti instruksi dari kantor penanggulangan dan manajemen risiko bencana setempat. Gempa bumi, yang dihasilkan oleh Palung Cotabato, telah memengaruhi banyak daerah di Mindanao. Phivolcs sebelumnya mengeluarkan peringatan tsunami dan menyarankan penduduk daerah pesisir di Sarangani, Davao Occidental, Tawi-Tawi, Sulu, Basilan, Zamboanga del Sur, Zamboanga Sibugay, Sultan Kudarat, dan South Cotabato untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau pindah lebih jauh ke pedalaman. "Gelombang tsunami pertama akan tiba antara pukul 7.37 pagi dan 9.37 pagi, dan mungkin berlanjut selama beberapa jam," menurut peringatan Phivolcs. "Tetaplah mengungsi kecuali kami mencabut peringatan tsunami," kata Bacolcol. Berdasarkan prosedur operasi standar Phivolcs, peringatan tsunami dicabut dua jam setelah perkiraan waktu kedatangan tsunami terakhir. Sementara itu, Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP) mengumumkan penangguhan sementara operasi di Bandara General Santos menyusul gempa bumi di Sarangani. "Penilaian fasilitas navigasi udara, peralatan, dan kemampuan operasional saat ini sedang dilakukan untuk memastikan keselamatan dan integritas operasi bandara yang berkelanjutan," katanya dalam sebuah pernyataan. BMKG: Peringatan Tsunami Berakhir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa M7,7 di barat laut Pulau Karatung Sulawesi Utara, dinyatakan telah berakhir. Gempa bumi dahsyat yang mengguncang Filipina Selatan pada Senin (8/6) pagi memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah di Indonesia. Gempa tersebut berpotensi tsunami di Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur dan Maluku Utara. Hasil pemutakhiran peringatan dini BMKG, tsunami akibat gempa terdeteksi di 0.09m di Loloda Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara pukul 07.20 WIB, 0.19m di Melonguane Kepulauan Talaud Sulawesi Utara pukul 07.27 WIB, dan 0.18m di Ulu Siau Kabupaten Sitaro Sulawesi Utara.