Hasil karakterisasi XRD memperlihatkan bahwa sampel tersebut didominasi oleh mineral silika dan alumina. Terlihat adanya fase chlorine oxide sekitar 3% yang berasal dari air laut, sehingga pengaruh air laut sangat kecil pada masa perendaman.
Adapun hasil kuat tekan maksimum yang diperoleh pada perbandingan FA:ASP sebesar (80: 20)% yaitu 59.92 MPa.
Data yang diperoleh memenuhi syarat minimum nilai kuat tekan beton tahan sulfat yaitu 31 MPa. Sehingga beton geopolimer ini layak digunakan sebagai material struktural bawah laut.
Sintesis semen geopolimer berbahan dasar abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi juga telah diteliti oleh Athanasius P. Bayuseno, Susilo Adi Widyanto dan Juwantono dari Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.
Letusan gunung Merapi di Jawa-Tengah menghasilkan banyak mineral vulkanik di mana bahan ini sangat potensial sebagai bahan dasar geopolimer yang murah.
Penelitian ini telah dipublikasi di Jurnal Teknik Mesin, Rotasi, pada 2010. Dari hasil pengujian beberapa sintetik sampel berbasis abu vulkanik dapat diperoleh beberapa kesimpulan antara lain:
Pertama, abu vulkanik memiliki komposisi kimia SiO2 dan Al2O3 yang paling dominan, sehingga abu vulkanik Gunung Merapi ini layak digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat material geoplimer.





Komentar tentang post