Selasa, November 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

redaksi
17 September 2026
Kategori : Berita
0
Dinasti Krakatau, Letusan 100 Ribu Tahun Lalu Membelah Jawa dan Sumatera

Kapal uap “Berouw” berpindah 3,3 kilo meter dari tempatnya berlabuh karena hempasan gelombang tsunami akibat letusan gunungapi Krakatau pada 27 Agustus 1883. GAMBAR: SIMKIN & FISKE/NONTJI (1993)

Kondisi tersebut mendorong pertanyaan penting dalam penelitian, yakni bagaimana kondisi penyimpanan magma berubah dari periode Old Krakatau, Young Krakatau, hingga Anak Krakatau, serta pada fase mana Anak Krakatau berada dalam siklus evolusi sistem kaldera, kata Aditya.

Penelitian dilakukan melalui analisis terhadap 16 sampel batuan yang berasal dari Pulau Sertung, Panjang, Rakata, dan Anak Krakatau. Sampel tersebut terdiri atas lima sampel lava Old Krakatau, dua lava dan lima batu apung Young Krakatau, serta sembilan sampel lava Anak Krakatau.

Aditya menjelaskan bahwa sejumlah metode digunakan untuk memperoleh gambaran kondisi magma bawah permukaan. Analisis meliputi petrografi menggunakan mikroskop optik, analisis geokimia batuan dengan XRF, analisis kimia mineral dan gelas menggunakan EPMA, pengamatan tekstur mineral magnetik melalui SEM-EDS, serta pengukuran sifat kemagnetan batuan menggunakan magnetic susceptibility dan Isothermal Remanent Magnetization (IRM).

Salah satu pendekatan penting dalam penelitian ini adalah geothermobarometri, yang digunakan untuk memperkirakan tekanan dan temperatur saat mineral mengalami kristalisasi.

Hasil tersebut kemudian dikonversikan menjadi estimasi kedalaman penyimpanan magma, sehingga dapat dibangun gambaran mengenai sistem magma plumbing Krakatau pada setiap periode.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Aditya PratamaBRINGunung Anak KrakatauKrakatauMagma Gunung Anak KrakatauSelat Sunda
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

Next Post

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

Postingan Terkait

Kearifan Lokal Smong Masuk Kurikulum Sekolah di Simeulue

Kearifan Lokal Smong Masuk Kurikulum Sekolah di Simeulue

3 November 2026
Gempa Terasa Lebih Dari 20 Detik, Segera Evakuasi

Tsunami Bencana Paling Mematikan

3 November 2026

Kekuatan Kearifan Lokal Smong dari Pulau Simeulue Aceh, Menyelamatkan Nyawa untuk Mitigasi Bencana Tsunami

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Kisah Tentang Smong dari Pulau Simeulue Aceh

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

Next Post
Dentuman Gunung Anak Krakatau

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

TERBARU

Kearifan Lokal Smong Masuk Kurikulum Sekolah di Simeulue

Tsunami Bencana Paling Mematikan

Kekuatan Kearifan Lokal Smong dari Pulau Simeulue Aceh, Menyelamatkan Nyawa untuk Mitigasi Bencana Tsunami

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Kisah Tentang Smong dari Pulau Simeulue Aceh

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir di Kabupaten Luwu Telah Surut, Korban Meninggal 12 Orang

KPU: Penyelenggara Pemilu Harus Menyiapkan Data yang Aktual

Populasi Rendah, Ikan Napoleon Masuk Daftar IUCN dan CITES

Sisi Lain Topan Hinnamnor, Air Kembali Mengisi Waduk di Taiwan

Myanmar Butuh Bantuan Mendesak, Korban Tewas Karena Gempa Mendekati 3000 Orang

Banjir Bandang di Ngada, 2 Meninggal dan Satu Hilang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.