Rabu, Oktober 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Populasi Rendah, Ikan Napoleon Masuk Daftar IUCN dan CITES

redaksi
11 Februari 2022
Kategori : Biota Eksotis, Konservasi
0
Ikan Napoleon

Ikan napoleon. FOTO: KKP

Darilaut – Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus), merupakan ikan karang terbesar dari Famili Labridae yang dapat tumbuh hingga mencapai panjang 2 m dan berat 190 kg.

Ciri khas dari ikan ini secara morfologis memiliki gurat hitam di belakang mata, bibir tebal dan tonjolan dahi.

Secara biologis, karakteristik ikan Napoleon antara lain berumur panjang dan pertumbuhannya yang lambat. Distribusi ikan ini tersebar luas di daerah terumbu karang wilayah tropis Samudera Hindia dan Pasifik.

Ikan Napoleon menjadi salah satu komoditas bernilai tinggi pada perdagangan ekspor ikan karang hidup di Asia Tenggara, yang umumnya diekspor ke Hong Kong, China, Taiwan dan Singapura. Indonesia merupakan negara pengekspor ikan Napoleon terbesar di samping Malaysia dan Filipina.

Permintaan pasar yang tinggi akan ikan ini mendorong terjadinya eksploitasi penangkapan di alam sehingga menyebabkan penurunan populasi yang cukup drastis di banyak negara.

Kemampuan reproduksi ikan Napoleon yang lambat juga menjadi sebab penambahan populasinya yang rendah (Choat et al., 2006; Sadovy et al., 2003). Hal tersebut menyebabkan ikan ini dikategorikan sebagai ikan terancam punah (Endangered) dalam Daftar Merah yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) (IUCN, 2004).

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Cheilinus undulatusIkan NapoleonNapoleon WrasseP2O LIPI
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Paus Bungkuk Betina Terdampar di Pantai Channel Prancis

Next Post

100 Ribu Bangkai Ikan Mengambang di Lepas Pantai Prancis

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
100 Ribu Bangkai Ikan Mengambang di Lepas Pantai Prancis

100 Ribu Bangkai Ikan Mengambang di Lepas Pantai Prancis

Komentar tentang post

TERBARU

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

AmsiNews

REKOMENDASI

Tsunami Selat Sunda, 350 Kapal dan Perahu Rusak

InaBuoy di Selatan Bali Tidak Terdeteksi dan Dinyatakan Hilang

Apa Saja Pengaruh Kebijakan Regional pada Perlindungan Laut

Malam Ini Harvest Moon, Piringan Bulan Bulat Utuh dan Terang

Pengguna Surat Rapid Test Palsu Terungkap di Pelabuhan Samarinda

Spesies Baru Katak Kecil Bermulut Sempit Dari Sumatera

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.