Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan komposisi magma yang signifikan. Material Old dan Young Krakatau didominasi magma andesitik hingga dasitik dengan kandungan SiO₂ sekitar 63–68 persen berat, yang menunjukkan magma telah mengalami diferensiasi lebih lanjut.
Anak Krakatau memiliki komposisi basaltik, dengan SiO₂ sekitar 50 persen berat, sehingga dikategorikan sebagai magma yang lebih primitif atau kurang terdiferensiasi.
Perbedaan tersebut mengindikasikan bahwa sistem magma Krakatau menjadi semakin mafik dari periode Old menuju Anak Krakatau.
”Kondisi ini ditafsirkan sebagai indikasi adanya pasokan magma baru dari kedalaman ke dalam sistem magmatik di bawah Anak Krakatau,” ujar Aditya seperti dikutip dari Brin.go.id.




