Senin, Oktober 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gunung Anak Krakatau Meletus Pagi Siang dan Sore

redaksi
18 Oktober 2026
Kategori : Berita
0
Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. FOTO: ESDM

Pusat Vulkanologi merekomendasikan, pertama, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.

Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau.

Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.

Perubahan Bentuk Anak Krakatau

Aliran lava telah mengubah bentuk Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatra.

Citra Copernicus Sentinel-2 menampilkan perubahan bentuk Gunung Anak Krakatau sebelum dan setelah letusan menerus 25 Jam antara tanggal 4 dan 6 September 2026.

Letusan tersebut menghasilkan aliran lava yang mengarah ke barat laut, barat, dan barat daya dari lubang kawah yang aktif. Material vulkanik baru tersebut mengubah bentuk sektor barat pulau.

Perubahan bentuk Gunung Anak Krakatau. Citra Copernicus Sentinel-2 seperti yang ada di gambar ini, diambil pada tanggal 8 Agustus (kiri) dan 20 September 2026 (kanan). GAMBAR: European Union, Copernicus Sentinel-2 imagery

Citra Copernicus Sentinel-2 seperti yang ada di gambar, diambil pada tanggal 8 Agustus (kiri) dan 20 September 2026 (kanan). Citra satelit ini memperlihatkan kondisi pulau sebelum dan sesudah letusan.

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: Badan GeologiCopernicus Sentinel-2Gunung Anak KrakatauPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana GeologiSelat Sunda
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

10 Tahun Riset Pusaran Arus Laut, Peneliti BRIN Kembangkan Pemantauan Berbasis Satelit

Next Post

Topan Super Champi Mengarah ke Timur Taiwan

Postingan Terkait

Gunung Anak Krakatau Meletus Pagi Siang dan Sore

Gunung Anak Krakatau Meletus 8 Kali

19 Oktober 2026
Terjerat Impor Ikan

Konsumsi Ikan yang Tercemar Timbal Mengganggu Fungsi Organ dan Reproduksi

19 Oktober 2026

Pekan Pencegahan Keracunan Timbal, WHO: Risiko Terhadap Anak-Anak Sangat Berbahaya

Topan Super Champi Mengarah ke Timur Taiwan

10 Tahun Riset Pusaran Arus Laut, Peneliti BRIN Kembangkan Pemantauan Berbasis Satelit

Topan Super Champi di Utara Timur Laut Jayapura

El Niño Mengubah Warna Lautan

Satelit NASA Mengamati dan Melacak El Niño di Pasifik Khatulistiwa

Next Post
Topan Super Champi Mengarah ke Timur Taiwan

Topan Super Champi Mengarah ke Timur Taiwan

TERBARU

Gunung Anak Krakatau Meletus 8 Kali

Konsumsi Ikan yang Tercemar Timbal Mengganggu Fungsi Organ dan Reproduksi

Pekan Pencegahan Keracunan Timbal, WHO: Risiko Terhadap Anak-Anak Sangat Berbahaya

Topan Super Champi Mengarah ke Timur Taiwan

Gunung Anak Krakatau Meletus Pagi Siang dan Sore

10 Tahun Riset Pusaran Arus Laut, Peneliti BRIN Kembangkan Pemantauan Berbasis Satelit

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis 93W Berkembang di Dekat Kota Kinabalu Malaysia

14 Warga Meninggal Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Luwu

Topan Bualoi Meninggalkan Jejak Kerusakan Parah di Vietnam, 11 Orang Tewas dan 13 Hilang

Anomali Sirekap, KPU Lakukan Perbaikan Data

Produktivitas Publikasi Ilmiah dan Inovasi Indonesia Perlu Ditingkatkan

Digagalkan Penyelundupan 18 Ton Bawang Merah Ilegal dari Malaysia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.