“Banyak negara termiskin berhak untuk marah,” ujarnya, dan menjelaskan bahwa pendanaan yang dijanjikan belum terwujud sementara biaya pinjaman masih sangat tinggi.
“Semua pihak harus mengoperasionalkan Dana Kerugian dan Kerusakan pada COP28,” kata Guterres, sembari mendesak dan mengingatkan negara-negara maju harus memenuhi komitmen $100 miliar, mengisi kembali Green Climate Fund (Dana Iklim Hijau), dan menggandakan pendanaan adaptasi.
Menciptakan sistem peringatan dini untuk semua orang pada tahun 2027 juga merupakan suatu keharusan.
Membangun Kepercayaan
Agenda Percepatan (The Acceleration Agenda) juga menyerukan dunia usaha dan lembaga keuangan untuk memulai jalur net zero yang sebenarnya, dengan fokus pada transparansi dan kredibilitas dalam rencana pengurangan emisi.
“Setiap perusahaan yang benar-benar serius dalam bisnis, harus membuat rencana transisi yang adil yang dapat mengurangi emisi secara kredibel dan memberikan keadilan iklim,” kata Sekretaris Jenderal.
“Kita bisa – dan kita harus meningkatkan tempo,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan meriah di seluruh ruangan.
Melansir The Associated Press, Guterres mengadakan pertemuan puncak dengan gagasan bahwa hanya para pemimpin dunia yang mempunyai tindakan nyata yang bisa mengatasi masalah ini dengan rekan-rekan mereka.




