
Menurut ISKU, perairan Sulawesi Utara dikenal sebagai lokasi penemuan pertama spesies dengan nama ilmiah Latimeria menadoensis pada tahun 1998. Sudah beberapa kali penemuan Coelacanth yang juga disebut “fosil hidup” di beberapa lokasi, seperti di Teluk Manado, dan lain-lain.
Penemuan ini menjadi perhatian karena Coelacanth merupakan salah satu spesies ikan paling langka di dunia dan memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi.
Setelah penemuan tersebut, ikan segera ditangani oleh Tim Coelacanth Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama tim peneliti dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) untuk dilakukan identifikasi, pendokumentasian, dan penanganan sesuai prosedur ilmiah.
Fosil Hidup
Ikan Raja Laut disebut juga ikan purba dan fosil hidup habitatnya di lereng berbatu di perairan dalam dan ditemukan juga pada gua karbonat. Sebaran di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo Utara, Buol Sulawesi Tengah, Biak dan Raja Ampat Papua, dan Maluku Utara.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 tahun 2025, ikan Raja Laut termasuk jenis ikan yang dilindungi.
Raja Laut memiliki bentuk yang khas dan mudah dibedakan. Bentuk sisik ikan ini berbeda secara signifikan di beberapa bagian tubuh. Ukuran sisik juga berbeda di setiap bagian tubuh.



