Rabu, Desember 17, 2025
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hanya 8 Persen Sungai di Indonesia Tercemar Ringan, 46 Persen Berat

redaksi
23 Oktober 2020
Kategori : Berita, Kesehatan, Sampah & Polusi
0
Hanya 8 Persen Sungai di Indonesia Tercemar Ringan, 46 Persen Berat

Sebagian besar sungai di Indonesia tercemar berat. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Berdasarkan data pusat statistik, sekitar 46 persen sungai di Indonesia dalam keadaan status tercemar berat, 32 persen tercemar sedang-berat, 14 persen tercemar sedang dan 8 persen tercemar ringan.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ocky Karna Rajasa, mengatakan, pemulihan kondisi perairan darat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan vital manusia, tetapi juga berorientasi untuk menjaga ekologi dan kesehatan ekosistem yang berkelanjutan.

“Kita perlu mengembangkan suatu metode fisika, kimia, dan biologi untuk mengetahui kondisi perairan. Salah satunya dengan penggunaan organisme dalam studi toksisitas polutan di perairan,” kata Ocky, Rabu (21/10).

Dalam webinar nasional “Ecological Tools dalam Penilaian Kesehatan Perairan Darat” yang diselenggarakan Pusat Penelitian Limnologi LIPI, kata Ocky, Indonesia memiliki daerah perairan seluas 70 persen dibandingkan dengan daratan.

“Pemanfaatan ecological tool atau perangkat ekologis dalam penilaian kesehatan perairan darat dapat dikaji dan dikembangkan lebih lanjut karena Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi,” ujar Ocky.

Peneliti Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Gunawan Pratama Yoga, mengatakan, kajian toksisitas bahan pencemar terhadap biota di perairan darat penting untuk dilakukan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Daerah Aliran SungaiKesehatan EkosistemLIPISungai Tercemar
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Indonesia Memiliki Luas Perairan Darat 13,3 Juta Ha

Next Post

Menilai Kesehatan Ekosistem Sungai Dengan Makrozoobentos

Postingan Terkait

Bibit 93S di Selatan Jawa Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis

Bibit 93S di Selatan Jawa Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis

17 Desember 2025
Analisis BMKG Sulawesi Selatan Berpotensi Cuaca Ekstrem Berupa Curah Hujan Tinggi

Analisis BMKG Sulawesi Selatan Berpotensi Cuaca Ekstrem Berupa Curah Hujan Tinggi

17 Desember 2025

Komitmen Transparansi Berbuah Prestasi, UNG Kembali Raih Predikat Informatif 2025

UNG Asah Peran Strategis Kehumasan dan Kemitraan Lewat Workshop Tata Kelola

Konferwil II AMSI Kepri Resmi Digelar, Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih

Siklon Tropis Bakung Melemah di Samudra Hindia

Bibit Siklon Tropis 95S Berada di Selatan Kepulauan Aru

Bibit Siklon Tropis 93S Terletak di Selatan Jawa Timur

Next Post
Menilai Kesehatan Ekosistem Sungai Dengan Makrozoobentos

Menilai Kesehatan Ekosistem Sungai Dengan Makrozoobentos

Komentar tentang post

TERBARU

Bibit 93S di Selatan Jawa Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis

Analisis BMKG Sulawesi Selatan Berpotensi Cuaca Ekstrem Berupa Curah Hujan Tinggi

Komitmen Transparansi Berbuah Prestasi, UNG Kembali Raih Predikat Informatif 2025

UNG Asah Peran Strategis Kehumasan dan Kemitraan Lewat Workshop Tata Kelola

Konferwil II AMSI Kepri Resmi Digelar, Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih

Siklon Tropis Bakung Melemah di Samudra Hindia

AmsiNews

REKOMENDASI

Tiap Tahun Manusia Menghasilkan 62 juta Ton Sampah Elektronik

Sebagian Benar, Klaim Mahfud MD tentang 1 Persen Orang Kuasai 75 Persen Lahan di Indonesia

ASEAN MTWG Bahas Penerapan Bahan Bakar Kapal dengan Kandungan Sulfur 0,5 Persen

Desa Kurau Barat Miliki 50 Jenis Mangrove Alami di Hutan Kemasyarakatan

Peristiwa Cuaca Ekstrem Panas yang Berbahaya Melanda Berbagai Negara

Mahasiswa KKN Tematik UNG Implementasikan Penggunaan Pupuk Organik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.