Kepada daerah yang memberlakukan PSBB diminta untuk memberikan dispensasi kepada usaha penangkapan ikan agar tetap beroperasi. “Kegiatan bongkar ikan di sejumlah pelabuhan terhenti karena pembatasan, padahal protokol kesehatan dapat diberlakukan secara ketat,” kata Abdi.
Dalam diskusi online tersebut, Direktur utama Perum Perindo, Farida Mokodompit mengatakan, Perindo siap menjadi menjadi pelaku Sistem Resi Gudang untuk menampung hasil tangkapan nelayan yang melimpah.
“Perum Perindo saat ini mengelola 15 cold storage dari Aceh sampai Papua dengan kapasitas total 4.170 ton,” kata Farida.
Selain akan melakukan pembelian ikan, Perum Perindo akan memperkuat distribusi dan penjualan. Perindo telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala daerah untuk memasukan ikan sebagai paket sembako dalam skema bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah daerah.
“Secara khusus di DKI Jakarta kami ikut dalam dalam Program Warung Tetangga sebagai pemasok bahan pangan dengan sistem online dan memsukan ikan dalam program warung pangan,” kata Farida.
Sementara itu Direktur Bintang Mandiri Bersaudara, Abrizal Ang mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembelian ikan disejumlah daerah antara lain di Halmahera, Papua, NTT dan NTB ditengah menurunnya permintaan food service.





Komentar tentang post