Menurut Sadly, akan sangat sulit memantau Indonesia dengan melakukan patroli dengan pesawat terbang atau piranti terbang nir-awak secara terus menerus di wilayah yang sangat luas karena akan menguras sumber daya manusia dan biaya.
Sadly mengatakan tidak mungkin kita melakukan ‘air borne‘ yang sangat mahal biayanya. Kita butuh satelit untuk monitoring secara berkelanjutan.
“Ini sudah waktunya kita wujudkan untuk memantau kondisi sumber daya alam dan kebencanaan di Tanah Air kita yang sangat membutuhkan, karena memiliki cakupan wilayah yang sangat luas sekali,” katanya.
Indonesia, menurut Sadly, memiliki ancaman bencana kompleks. Misalnya banjir, longsor, erupsi, gempa dan tsunami.
Dalam melakukan pencegahan dan mitigasi multi-bencana tersebut tidak bisa ditangani dengan cara biasa harus ada terobosan, salah satunya lewat satelit pemantauan.
Menurut Sadly salah satu teknologi yang perlu kita akslerasi dan diimplementasikan di Indonesia adalah bagaimana memiliki satelit inderaja untuk kebencanaan.
“Saya pikir ini tidak terlalu sulit jika kita ingin bersatu. Kita bersatu wujudkan cita-cita ini, dan semua sudah ada tinggal kita bersinergi melakukan koordinasi dan sama-sama menyiapkan alokasi anggaran untuk digunakan secara bersama guna menanggulangi bencana-bencana yang ada di Tanah Air yang semakin meningkat,” ujarnya.





Komentar tentang post