Polusi udara adalah masalah global dengan dampak yang luas akibat penyebarannya dalam jarak yang jauh. Tanpa intervensi agresif, jumlah kematian dini akibat polusi udara ambien diperkirakan akan meningkat lebih dari 50 persen pada tahun 2050.
Masyarakat menanggung biaya polusi udara yang tinggi karena dampak negatifnya, antara lain, terhadap perekonomian, produktivitas kerja, biaya perawatan kesehatan, dan pariwisata.
Oleh karena itu, menurut PBB, manfaat ekonomi dari investasi dalam pengendalian polusi udara tidak dapat diremehkan, dan harus dipahami bahwa terdapat pula rasionalitas ekonomi untuk bertindak dan adanya solusi hemat biaya untuk mengatasi polusi udara.
Kualitas udara yang buruk merupakan tantangan dalam konteks pembangunan berkelanjutan bagi semua negara, khususnya di kota-kota dan wilayah perkotaan di negara-negara berkembang, dengan tingkat polusi udara yang lebih tinggi daripada batas yang ditetapkan dalam pedoman kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Beberapa polutan udara, seperti karbon hitam, metana, dan ozon permukaan tanah, juga merupakan polutan iklim jangka pendek dan bertanggung jawab atas sebagian besar kematian terkait polusi udara, serta dampaknya terhadap tanaman dan ketahanan pangan, sehingga pengurangannya memiliki manfaat tambahan bagi iklim.




