Penanganan Infodemik
Beragam bentuk kerja bersama terus dilakukan oleh berbagai pihak untuk melawan hoaks atau infodemik. Untuk mendukung hal tersebut, UNICEF Indonesia bekerja melalui 3 (tiga) pilar manajemen infodemik.
Pertama, memperkuat mekanisme debunking hoaks yang dilakukan oleh masyarakat sipil, pemerintah dan media. Kedua, memperkuat sistem untuk membangun kapasitas komunitas terkait literasi digital. Ketiga, membentuk kelompok kerja manajemen infodemik yang berfungsi penuh di tingkat pusat dan daerah.
ICT Watch bersama MAFINDO bekerja dalam tiga pilar manajemen infodemik tersebut. Pelatihan edukasi literasi digital di 10 kota diselenggarakan dengan pendekatan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) melibatkan kader dan tenaga kesehatan, guru, siswa, pegiat sosial, penyuluh agama, pegiat digital dan elemen masyarakat lainnya di Surabaya, Mataram, Kupang, Semarang, Banda Aceh, Makassar, Ambon, Jayapura, Yogyakarta, dan Jakarta.
Saat ini lebih dari 2.500 komunikator yang tersebar di 10 kota tengah aktif melakukan berbagai kegiatan edukasi tangkal hoaks di tengah masyarakat.
“Edukasi literasi digital harus dilakukan dengan masif, menggunakan komunikasi efektif, praktis dan menyenangkan sehingga dapat diterapkan di berbagai kondisi dan kesempatan yang ada di masyarakat,” ujar Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti.





Komentar tentang post