Catatan Darilaut.id di lokasi perairan Botubarani, selama masa agregasi, hiu paus ini berenang dan mencari plankton tidak jauh dari pantai.
Mulai kedalaman 20 meter ke laut lepas hingga 300 meter. Sebagian besar hiu paus mencari makan berupa plankton di perairan dangkal.
Hiu paus yang teridentifikasi di perairan Botubarani berada dalam jangkauan yang tidak terlalu luas.
Hal ini membutuhkan pengelolaan yang baik untuk menjamin keberadaan hiu paus selama masa agregasi.
Karena itu, memahami perilaku migrasi dan menetap sementara di perairan Botubarani sangat penting dalam manajemen konservasi hiu paus.
Agregasi lokal di perairan Botubarani tercatat secara harian. Umumnya hiu paus yang teridentifikasi di perairan Botubarani jenis kelamin jantan.
Terdapat 1 ekor yang diduga berjenis kelamin betina, terlihat pada 2016 lalu.

Dalam setahun kemunculan hiu paus di perairan Botubarani memiliki bulan-bulan puncak dengan jumlah individu yang banyak.
Hiu paus (Rhincodon typus), sejak 1999 ditetapkan dalam Apendiks II Convention on Migratory Species (CMS).
Artinya, hiu paus baru akan ‘merasakan’ dampak yang signifikan bila perlindungan dan pengelolaannya diterapkan melalui kerja sama internasional.
Upaya konservasi spesies ini dilakukan melalui jejaring antar berbagai negara. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan keputusan hiu paus sebagai jenis ikan yang dilindungi secara penuh.





Komentar tentang post