Hiu putih umum terlihat di berbagai perairan. Itu sebabnya terdapat beragam nama hiu putih di berbagai negara. Di Afrika disebut Witdoodshaai, Alabnian: Peshkagen njeringrenes, Arab: Kalb bahr, Finlandia: Valkohai, Prancis: Grand requin blanc, Requin blanc, Jerman: Menschenhai, Weißer hai, Yunani: Sbrillias, Hawaii: Niuhi, Italia: Manzo de mar, Squalo bianco.
Di Jepang: Hosehojirozame, Norwegia: Hvithai, Polandia: Zarlacz ludojad, Portugis: Anequim, Rumania: Rechin mancator de oameni, Spanyol: Tiburón blanco, Jaquentón blanco dan Swedia: Vithaj.
Meskipun relatif jarang, hiu putih juga diburu manusia untuk mendapatkan rahang dan gigi. Bagian tubuh hiu putih ini memiliki nilai jual dan harganya terus meningkat.
Satu set rahang hiu putih bisa bernilai ribuan dolar.
Daging hiu putih sering digunakan untuk konsumsi manusia, kulit untuk kulit, hati untuk minyak, bangkai untuk tepung ikan dan sirip untuk sup sirip hiu.
Tantangan paling signifikan untuk mengelola populasi hiu putih secara efektif berasal dari kurangnya data yang akurat terkait dengan fekunditas, usia, pertumbuhan, dan jumlah populasi.
Pada tahun 2002, Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) menempatkan hiu ini dalam daftar Appendix II, yang menuntut peraturan yang lebih ketat dan memerlukan izin untuk memantau perdagangan produk hiu putih.





Komentar tentang post