Senin, September 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hujan Meteor Perseid Terekam dari Nusa Tenggara Timur

redaksi
13 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Hujan Meteor Perseid Terekam dari Nusa Tenggara Timur

Hujan meteor Perseid. FOTO: BRIN

Kondisi pengamatan pada 2026 juga tergolong menguntungkan karena puncak Perseid bertepatan dengan fase Bulan baru. Minimnya cahaya Bulan membuat langit lebih gelap sehingga meteor yang relatif redup memiliki peluang lebih besar untuk terlihat.

Namun, jumlah meteor yang benar-benar dapat disaksikan masyarakat tidak selalu sama dengan angka maksimum teoretis. Kondisi cuaca, tutupan awan, polusi cahaya, posisi radiant, serta lokasi pengamat sangat menentukan hasil pengamatan.

Bagi wilayah Indonesia yang berada relatif dekat dengan ekuator dan di belahan Bumi selatan, posisi radiant Perseid juga tidak setinggi yang terlihat dari wilayah belahan Bumi utara. American Meteor Society mencatat pengamat di belahan selatan memiliki keterbatasan karena radiant Perseid berada lebih rendah di langit.

Karena itu, lokasi dengan pandangan terbuka dan jauh dari cahaya perkotaan memberikan kondisi yang lebih mendukung untuk menikmati fenomena tersebut. Pengamatan juga tidak memerlukan teleskop karena meteor dapat terlihat dengan mata telanjang ketika kondisi langit memungkinkan.

Fenomena hujan meteor Perseid sekaligus memperlihatkan bagaimana aktivitas sebuah komet dapat meninggalkan jejak material di ruang angkasa yang kemudian menghasilkan fenomena periodik ketika lintasan Bumi bertemu dengan gugusan partikel tersebut.

Halaman 3 dari 3
Sebelumnya123
Tags: BRINMeteor PerseidNusa Tenggara Timur
Bagikan15Tweet10KirimKirim
Previous Post

Dua Tim Periset Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Penghargaan Program Riset Internasional

Next Post

Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

Postingan Terkait

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW UNG Lantunkan Dzikir dan Doa

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW UNG Lantunkan Dzikir dan Doa

28 September 2026
Hurikan Polo Akan Mendarat di Baja California Sur, Meksiko

Hurikan Polo Akan Mendarat di Baja California Sur, Meksiko

28 September 2026

Typhoon Surigae Intensifies Rapidly East of Okinawa

Topan Surigae Menguat dengan Cepat di Timur Okinawa

Ada 1.300 Spesies Ikan Air Tawar di Indonesia

Alat Deteksi Kualitas Air Ditempatkan di Zona Interaksi Hiu Paus di Perairan Botubarani

Akademisi UNG Bahas Pendidikan Sarjana Terapan Rumpun Teknik Elektro

Ilmu Kelautan Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Next Post
Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

TERBARU

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW UNG Lantunkan Dzikir dan Doa

Hurikan Polo Akan Mendarat di Baja California Sur, Meksiko

Typhoon Surigae Intensifies Rapidly East of Okinawa

Topan Surigae Menguat dengan Cepat di Timur Okinawa

Ada 1.300 Spesies Ikan Air Tawar di Indonesia

Alat Deteksi Kualitas Air Ditempatkan di Zona Interaksi Hiu Paus di Perairan Botubarani

AmsiNews

REKOMENDASI

Seekor Dugong Mati Terdampar di Sorong

Mangrove di Randangan Banyak Dikonversi Jadi Areal Tambak

61 Tukik Penyu Belimbing DiLepas di Hutan Pantai TN Gunung Leuser

BKKPN Kupang Kaji Fenomena Pemutihan Karang

Pelabuhan Labuan Bajo Dikembangkan Sebagai Terminal Penumpang

Sotong Flamboyan Dari Selat Lembeh

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.