Selasa, Mei 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mangrove di Randangan Banyak Dikonversi Jadi Areal Tambak

redaksi
1 Agustus 2018
Kategori : Berita
0
Mangrove di Randangan Banyak Dikonversi Jadi Areal Tambak

Cagar Alam Tanjung Panjang yang dialihfungsikan sebagai areal tambak di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. FOTO: DOK. SUSCLAM

Gorontalo – Kawasan hutan mangrove di Randangan Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, banyak yang telah dikonversi menjadi areal tambak. Mangrove ini terutama berada di kawasan Cagar Alam Tanjung Panjang dan hutan lindung.

Menurut Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah Provinsi Gorontalo Rahman Dako, kawasan cagar alam merupakan tingkatan kawasan konservasi yang paling ketat di Indonesia.

“Hampir semua tambak di Randangan masuk dalam kawasan konservasi dan hutan lindung,” katanya. Hanya sedikit sekali kawasan Areal Peruntukan Lain (APL). Lokasi ini terutama di Desa Patuhu, Siduwonge dan Palambane.

Sebelum menjadi kawasan cagar alam, Tanjung Panjang pernah ditetapkan sebagai suaka alam melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan (SK Menhut/TGHK 362/85).

Kawasan ini juga sebagai tempat hidup babi hutan, ular, buaya muara, burung-burung air, dan kera hitam. Bahkan maleo, burung endemik Sulawesi pernah ada di kawasan ini. Karena luasnya terus mengalami penyusutan.

Untuk mengurangi laju perusakan hutan mangrove, pada 2010, pemerintah Kabupaten Pohuwato telah mengeluarkan larangan pembukaan lahan tambak di kawasan hutan mangrove. Selanjutnya, pada 2012, telah dikeluarkan lagi larangan yang sama.

Pada 2013, telah ada peraturan daerah nomor 13 tahun 2013 tentang pengelolaan ekosistem mangrove di wilayah Kabupaten Pohuwato.

Hutan mangrove sangat berkontribusi besar dalam siklus rantai makanan di perairan Teluk Tomini.*

Tags: gorontaloMangrovepohuwato
Bagikan6Tweet4KirimKirim
Previous Post

IPB dan Unram Teliti Perairan Lombok dengan Metode E-DNA

Next Post

Maluku, Pertama Terapkan Fair Trade Perikanan Tangkap Dunia

Postingan Terkait

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

25 Mei 2026
Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

25 Mei 2026

Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

Bibit Siklon Tropis 99W Berada di Utara Papua

Indonesia Masih Pemasok Bahan Mentah Hasil Laut

Hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBT 2026 Diumumkan Sore Ini

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Next Post
Maluku, Pertama Terapkan Fair Trade Perikanan Tangkap Dunia

Maluku, Pertama Terapkan Fair Trade Perikanan Tangkap Dunia

Komentar tentang post

TERBARU

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

Bibit Siklon Tropis 99W Berada di Utara Papua

Indonesia Masih Pemasok Bahan Mentah Hasil Laut

Hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBT 2026 Diumumkan Sore Ini

AmsiNews

REKOMENDASI

Meningkatkan Konsumsi Ikan Rakyat Indonesia

G20, Pentingnya Lautan Untuk Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Universitas Negeri Gorontalo Membekali Mahasiswa Melalui Pengenalan Kehidupan Kampus

Minimnya Riset Sampah Plastik di Laut Indonesia

DPW ISKINDO dan Ketua DPRD Babel Bahas Rencana Zonasi Wilayah Pesisir

10 Paus Terdampar di NTT, 4 Dalam Kondisi Mati

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.