Sabtu, Februari 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mangrove di Randangan Banyak Dikonversi Jadi Areal Tambak

redaksi
1 Agustus 2018
Kategori : Berita
0
Mangrove di Randangan Banyak Dikonversi Jadi Areal Tambak

Cagar Alam Tanjung Panjang yang dialihfungsikan sebagai areal tambak di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. FOTO: DOK. SUSCLAM

Gorontalo – Kawasan hutan mangrove di Randangan Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, banyak yang telah dikonversi menjadi areal tambak. Mangrove ini terutama berada di kawasan Cagar Alam Tanjung Panjang dan hutan lindung.

Menurut Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah Provinsi Gorontalo Rahman Dako, kawasan cagar alam merupakan tingkatan kawasan konservasi yang paling ketat di Indonesia.

“Hampir semua tambak di Randangan masuk dalam kawasan konservasi dan hutan lindung,” katanya. Hanya sedikit sekali kawasan Areal Peruntukan Lain (APL). Lokasi ini terutama di Desa Patuhu, Siduwonge dan Palambane.

Sebelum menjadi kawasan cagar alam, Tanjung Panjang pernah ditetapkan sebagai suaka alam melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan (SK Menhut/TGHK 362/85).

Kawasan ini juga sebagai tempat hidup babi hutan, ular, buaya muara, burung-burung air, dan kera hitam. Bahkan maleo, burung endemik Sulawesi pernah ada di kawasan ini. Karena luasnya terus mengalami penyusutan.

Untuk mengurangi laju perusakan hutan mangrove, pada 2010, pemerintah Kabupaten Pohuwato telah mengeluarkan larangan pembukaan lahan tambak di kawasan hutan mangrove. Selanjutnya, pada 2012, telah dikeluarkan lagi larangan yang sama.

Pada 2013, telah ada peraturan daerah nomor 13 tahun 2013 tentang pengelolaan ekosistem mangrove di wilayah Kabupaten Pohuwato.

Hutan mangrove sangat berkontribusi besar dalam siklus rantai makanan di perairan Teluk Tomini.*

Tags: gorontaloMangrovepohuwato
Bagikan6Tweet4KirimKirim
Previous Post

IPB dan Unram Teliti Perairan Lombok dengan Metode E-DNA

Next Post

Maluku, Pertama Terapkan Fair Trade Perikanan Tangkap Dunia

Postingan Terkait

Komoditas Perikanan Penyumbang Inflasi Provinsi Gorontalo Januari 2026

Komoditas Perikanan Salah Satu yang Berandil Penyumbang Garis Kemiskinan di Gorontalo

7 Februari 2026
Persentase Penduduk Miskin Provinsi Gorontalo Menurun

Persentase Penduduk Miskin Provinsi Gorontalo Menurun

7 Februari 2026

Badai Tropis Penha Melemah di Laut Sulu

Siklon Tropis Mitchell Terbentuk di Dekat Pilbara Australia

AMSI Perkuat AMSINews.id Sebagai Pusat Distribusi Data Kolektif

96 Lokasi Pemantauan Hilal Awal Ramadan 1447 H, Gorontalo di IAIN SAG

Pemantauan Hilal Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari

Bibit Siklon Tropis 98P Terletak di Lepas Pantai Broome Australia, Bawa Hujan Lebat dan Angin Kencang

Next Post
Maluku, Pertama Terapkan Fair Trade Perikanan Tangkap Dunia

Maluku, Pertama Terapkan Fair Trade Perikanan Tangkap Dunia

Komentar tentang post

TERBARU

Komoditas Perikanan Salah Satu yang Berandil Penyumbang Garis Kemiskinan di Gorontalo

Persentase Penduduk Miskin Provinsi Gorontalo Menurun

Badai Tropis Penha Melemah di Laut Sulu

Siklon Tropis Mitchell Terbentuk di Dekat Pilbara Australia

AMSI Perkuat AMSINews.id Sebagai Pusat Distribusi Data Kolektif

Rektor UNG Lantik Sejumlah Pejabat Fungsional

AmsiNews

REKOMENDASI

KPU Gorontalo Utara Gelar Debat Perdana Pilkada 2024

Penangkap Ikan dengan Bom Rakitan Ditangkap di Banggai Laut

Kemendikbudristek Apresiasi Program Mengajar di Sekolah UNG

Bentrokan di Perairan Spanyol, Ada Paus Pembunuh yang Diserang dan Ditombak

Indonesia-Jepang Jajaki Pembangkit Energi Listrik OTEC

Stasiun Geofisika Palu Amati Potensi Longsoran di Sigi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.