Darilaut – Dua spesies ikan air tawar, zebrafish (Danio rerio) dan medaka (Oryzias spp) menjadi hewan model yang efisien, relevan secara genetik, dan responsif terhadap teknologi molekuler terkini.
“Keduanya menjadi model penting dalam kajian biologi perkembangan, genetika, penyakit metabolik, toksikologi, hingga penemuan obat,” kata Kepala Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) NLP Indi Dharmayanti, dalam webinar “Penggunaan Ikan Zebrafish dan Medaka sebagai Model dalam Riset Biomedis”, pada Selasa (11/11).
Menurut Indi, pemahaman mengenai pemeliharaan, karakteristik biologis, serta aplikasi penelitian dua spesies ini harus terus diperkuat.
Peneliti Pusat Riset Biomedis BRIN, Salim Arrokhman, menjelaskan pemilihan hewan model yang tepat merupakan langkah fundamental untuk memahami mekanisme penyakit dan mengembangkan terapi.
Zebrafish memiliki sejumlah keunggulan biologis. Embrionya transparan sehingga proses pembentukan organ dapat diamati dengan jelas.
Perkembangan jantung pada spesies ini berlangsung sangat cepat. Hanya sehari setelah pembuahan, jantung sudah mulai berdetak.
Ini jauh lebih cepat dibandingkan manusia yang membutuhkan 22 hari atau tikus yang membutuhkan 10 hari, kata Salim.
Embrio zebrafish menetas dalam dua hingga tiga hari, memungkinkan penelitian skala besar dengan waktu relatif singkat. Genomnya telah teranotasi lengkap, dan manipulasi genetik, termasuk teknik transgenik fluoresen, dapat dilakukan dengan mudah.




