Selasa, November 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ikan Zebrafish dan Medaka Model untuk Penemuan Obat

redaksi
20 November 2025
Kategori : Berita
0
Ikan Zebrafish dan Medaka Model untuk Penemuan Obat

Ikan air tawar zebrafish (Danio rerio). FOTO: BRIN

Darilaut – Dua spesies ikan air tawar, zebrafish (Danio rerio) dan medaka (Oryzias spp) menjadi hewan model yang efisien, relevan secara genetik, dan responsif terhadap teknologi molekuler terkini.

“Keduanya menjadi model penting dalam kajian biologi perkembangan, genetika, penyakit metabolik, toksikologi, hingga penemuan obat,” kata Kepala Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) NLP Indi Dharmayanti, dalam webinar “Penggunaan Ikan Zebrafish dan Medaka sebagai Model dalam Riset Biomedis”, pada Selasa (11/11).

Menurut Indi, pemahaman mengenai pemeliharaan, karakteristik biologis, serta aplikasi penelitian dua spesies ini harus terus diperkuat.

Peneliti Pusat Riset Biomedis BRIN, Salim Arrokhman, menjelaskan pemilihan hewan model yang tepat merupakan langkah fundamental untuk memahami mekanisme penyakit dan mengembangkan terapi.

Zebrafish memiliki sejumlah keunggulan biologis. Embrionya transparan sehingga proses pembentukan organ dapat diamati dengan jelas.

Perkembangan jantung pada spesies ini berlangsung sangat cepat. Hanya sehari setelah pembuahan, jantung sudah mulai berdetak.

Ini jauh lebih cepat dibandingkan manusia yang membutuhkan 22 hari atau tikus yang membutuhkan 10 hari, kata Salim.

Embrio zebrafish menetas dalam dua hingga tiga hari, memungkinkan penelitian skala besar dengan waktu relatif singkat. Genomnya telah teranotasi lengkap, dan manipulasi genetik, termasuk teknik transgenik fluoresen, dapat dilakukan dengan mudah.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BiomedisBRINIkan Air TawarIkan MedakaIkan ZebrafishObat Baru
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

IMF 2025: Solo Pusat Panggung Budaya Dunia, Menguak Peran Perempuan di Balik Topeng

Next Post

Tanpa Data dan Informasi Tak Bisa Mengelola Bendungan, Banjir dan Pembangkit Listrik

Postingan Terkait

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

2 November 2026
Pelabuhan yang Rusak karena Gempa dan Tsunami Palu Segera Dibangun

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

2 November 2026

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Next Post
Kondisi Terkini Pembangunan Bendungan Bulango Ulu

Tanpa Data dan Informasi Tak Bisa Mengelola Bendungan, Banjir dan Pembangkit Listrik

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

200 tahun Alfred Wallace: laboratorium hidup evolusi Wallacea semakin disesaki pembangunan

LPPM UNG Monitoring Pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan di 28 Desa

Menanam Karang di Bunaken

Bibit Siklon Tropis 91S Berpotensi Menyebabkan Peningkatan Curah Hujan

Cegah Illegal Fisihing Kemenhub Mengukuhkan 27 Syahbandar Perikanan

Paus Bungkuk Tak Dapat Menelan Manusia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.