Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ilmuwan MIT Petakan Zona Mati Terbesar di Samudera Pasifik

redaksi
30 Januari 2022
Kategori : Berita
0
Ilmuwan MIT  Petakan Zona Mati Terbesar di Samudera Pasifik

Intensitas zona yang kekurangan oksigen di seluruh Samudra Pasifik bagian timur. Jarek Kwiecinski dan Andrew Babbin/MIT

Zona ini dapat disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama polusi nutrisi. Misalnya, zona mati terbesar kedua di dunia berada di Teluk Meksiko.

Zona tersebut dan sebagian besar disebabkan oleh limpasan nitrogen dan fosfor dari kota-kota dan peternakan.

Atlas baru berfokus pada dua ODZ yang terjadi secara alami di Pasifik tropis. Salah satunya terletak di lepas pantai Amerika Selatan dan berukuran sekitar 600.000 kilometer kubik (sekitar 143.948 mil kubik), atau setara dengan 240 miliar kolam renang Olimpiade. Yang kedua tiga kali lebih besar dan terletak di belahan bumi utara, di lepas pantai Amerika Tengah.

Baik ODZ alami dan antropogenik memiliki kesamaan: terlalu banyak nutrisi. Dalam kasus ODZ Pasifik, Babbin mengatakan, nutrisi tersebut terbentuk karena pola angin yang mendorong air ke lepas pantai.

Menurut Babbin air yang lebih dalam kemudian naik ke atas untuk mengisi kekosongan ini, membawa nutrisi yang lebih tinggi ke permukaan.

Nutrisi itu merangsang pertumbuhan fitoplankton dalam jumlah besar, mirip dengan cara kita menyuburkan lahan pertanian dan bahkan tanaman pot kita di rumah.

Ketika fitoplankton itu tenggelam, bakteri heterotrofik bertindak untuk menguraikan bahan organik, mengonsumsi oksigen seperti yang dilakukan manusia untuk menghirup makanan kita.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Samudera Pasifik
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Ekspor Mutiara Laut NTB Paling Banyak ke Australia

Next Post

Biogeografi Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
Ikan Matahari, Spesies Endemik Halmahera

Biogeografi Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang

Komentar tentang post

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Bagaimana Peta Politik Menuju Pilgub Gorontalo?

Sains Telah Mendorong Pemulihan Lapisan Ozon

World Tuna Day, Secercah Asa untuk Penangkapan Ikan Tuna yang Berkelanjutan

Sejumlah Rumah dan Fasilitas Kesehatan Rusak Akibat Gempa Talaud

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

Studi Taksonomi Larva Ikan di Indo-Pasifik Masih Terbatas

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.