Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2026, antara lain: tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan layang/ ikan benggol, bawang merah, ikan cakalang/ ikan sisik, ikan selar/ ikan tude, ikan mujair, daging ayam ras, dan sigaret kretek mesin (SKM).
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: cabai rawit, tomat, sabun detergen bubuk, terong, telepon seluler, ikan tuna, ikan malalugis/ ikan sorihi, bawang putih, air kemasan, dan popok sekali pakai/ diapers.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Maret 2026, antara lain: cabai rawit, bawang merah, tarif air minum PAM, ikan mujair, telur ayam ras, ikan asap, minyak goreng, sabun cair/ cuci piring, ikan gabus, dan bensin. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: tomat, ikan layang/ ikan benggol, ikan selar/ikan tude, cumi-cumi, beras, angkutan udara, ikan malalugis/ ikan sorihi, daun bawang, emas perhiasan, dan daging ayam ras.
Pada Maret 2026, menurut BPS Privinsi Gorontalo, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,97 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,85 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,79 persen; kelompok transportasi sebesar 0,13 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,12 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,07 persen.




