Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan informasi cuaca dan iklim bukan hanya untuk ahli, tetapi untuk semua orang: nelayan, petani, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
Peran aktif BMKG pada Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO), termasuk Global Atmosphere Watch (GAW) untuk memastikan Indonesia terhubung dengan sistem observasi global.
Data nasional dapat berkontribusi pada pemantauan iklim dunia sekaligus memperkaya kapasitas nasional.
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan komitmen kuat BMKG untuk terus memperkuat sistem observasi, memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta mempercepat akselerasi transformasi digital.
Hal ini menjadi landasan ajakan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memanfaatkan data BMKG dalam pengambilan keputusan.
“Informasi cuaca dan iklim bukan hanya untuk ahli, tetapi untuk semua orang: nelayan, petani, pelaku usaha, hingga masyarakat umum,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.
Mengingat, dampak nyata observasi BMKG bukan sekadar angka di layar, melainkan informasi yang menyelamatkan nyawa dan menjaga keberlanjutan kehidupan.
Menurut Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, peringatan dini BMKG menjadi sumber informasi penting terkait potensi cuaca ekstrem di Indonesia.




