Selama setahun melakukan investigasi, AP menemui lebih dari 40 budak di Benjina. AP mendokumentasikan perjalanan pengiriman hasil laut tersebut, melacak melalui satelit ke pelabuhan Thailand.

Wartawan AP mengikuti truk yang memuat dan membawa hasil laut ini selama empat malam ke puluhan pabrik, tempat penyimpanan berdingin dan pasar ikan terbesar di negara itu. Aroma suap tercium dari skandal perikanan ini.
Setelah pemberitaan AP, pada 3 April 201, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengevakuasi sebanyak 319 orang anak buah kapal asing yang bekerja di kapal-kapal ikan milik PT Pusaka Benjina Resources di Benjina.
Para ABK ini dibawa dengan menggunakan 6 kapal ikan milik perusahaan tersebut dari Benjina ke Kota Tual. Kapal-kapal ini dengan pengawalan Kapal Pengawas Hiu Macan 004 milik KKP dan Kapal Republik Indonesia (KRI) Pulau Rengat 711.
Terdapat 4 perusahaan dalam grup Pusaka Benjina Resource, antara lain PT Pusaka Benjina Resource, PT Pusaka Benjina Nusantara, PT Pusaka Benjina Armada dan PT Pusaka Bahari. Perusahaan tersebut memiliki 101 kapal dan hanya 96 yang memiliki izin. Tiga perusahaan Thailand juga memiliki kapal-kapal tersebut, masing-masing Silver Sea Fishery Co, Thai Hong Huand dan Ocan Research Fishery.





Komentar tentang post