3. Pertanian Industri
Sementara pertanian industri menghasilkan makanan dalam jumlah besar yang secara signifikan membahayakan kesehatan tanah. Penggunaan alat berat, pengolahan tanah, monocropping, dan penggunaan pestisida dan pupuk yang berlebihan menurunkan kualitas tanah, mencemari sumber air dan berkontribusi pada hilangnya keanekaragaman hayati.
Pertanian industri juga menyumbang sekitar 22 persen dari emisi gas rumah kaca global.
Praktik berkelanjutan, seperti nol pengolahan tanah, pengenalan kembali hewan ke dalam sistem tanam, diversifikasi tanaman, dan penggabungan bahan organik, dapat membantu menjaga integritas tanah dan memulai biologi tanah yang tidak aktif.
Beralih ke pertanian tanpa pengolahan tanah, menggunakan tanaman penutup dan mengintegrasikan pohon dan semak dengan tanaman dapat memperbaiki struktur tanah, mencegah erosi dan meningkatkan kesuburan.
Misalnya, banyak negara di Afrika mengadopsi model “taman hutan” yang menggabungkan pohon dan semak ke dalam sistem pertanian dengan tujuan membangun kesuburan tanah dan meningkatkan hasil petani kecil.
4. Bahan Kimia dan Polusi
Pencemaran tanah, seringkali tidak terlihat, membahayakan kesehatan tanaman, hewan, dan manusia. Proses industri, pertambangan, pengelolaan limbah yang buruk, dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan memasukkan bahan kimia, seperti pupuk sintetis, pestisida, dan logam berat, ke dalam tanah.




