Sabtu, Mei 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ini 5 Alasan Mengapa Kesehatan Tanah Menurun di Seluruh Dunia

redaksi
10 Desember 2024
Kategori : Berita, Iklim
0
BMKG: Kombinasi El Nino dan IOD Positif Picu Kekeringan di Indonesia

Ilustrasi kekeringan. FOTO: DARILAUT.ID

Penggunaan pupuk yang berlebihan mengganggu keseimbangan nutrisi, sedangkan pestisida membahayakan organisme tanah yang bermanfaat, seperti cacing tanah dan jamur. Logam berat, seperti timbal dan merkuri, menumpuk di tanah, mengganggu aktivitas mikroba dan penyerapan nutrisi tanaman.

Mengurangi polusi, meminimalkan penggunaan bahan kimia, dan mempromosikan pertanian organik dapat memulihkan vitalitas tanah.

5. Diet dan Nutrisi

Pilihan diet dan nutrisi dunia saat ini secara signifikan memengaruhi kesehatan tanah melalui praktik pertanian yang digunakan untuk menghasilkan makanan. Diet yang bergantung pada tanaman pokok, seperti gandum, jagung, dan beras, sering mempromosikan pertanian monokultur intensif. Praktik ini menghabiskan nutrisi tanah, mengurangi bahan organik, dan menyebabkan pemadatan dan erosi.

Demikian pula makanan tinggi produk hewani, terutama daging sapi, meningkatkan penggunaan lahan untuk penggembalaan dan tanaman pakan. Penggembalaan berlebihan oleh ternak memperburuk pemadatan dan erosi tanah.

Transisi ke pola makan nabati yang beragam dapat mengurangi permintaan untuk pertanian intensif. Dengan menyelaraskan kebiasaan diet dengan praktik pertanian berkelanjutan, negara-negara dapat meningkatkan kesehatan tanah dan memastikan ketahanan pangan jangka panjang.

Halaman 4 dari 4
Sebelumnya1...34
Tags: Degradasi LahanKesehatan TanahPBBTanahUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

UNG Kerja Sama Dengan Badan POM RI Untuk Program Pangan Aman

Next Post

DPRD Kota Gorontalo Tetapkan 6 Perda, Salah Satunya Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau

Postingan Terkait

Dari Mediterania hingga Arktik, Benua Eropa Mengalami Panas Tercepat, Tutupan Salju Menurun

Dari Mediterania hingga Arktik, Benua Eropa Mengalami Panas Tercepat, Tutupan Salju Menurun

2 Mei 2026
Hari Internasional Untuk Pembelajaran Digital Berfokus Pada Pendidikan Publik

Dosen UNG Menyoroti Gagal Bayar Pinjol Kalangan Anak Muda

2 Mei 2026

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

Next Post
DPRD Kota Gorontalo Tetapkan 6 Perda, Salah Satunya Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau

DPRD Kota Gorontalo Tetapkan 6 Perda, Salah Satunya Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau

TERBARU

Dari Mediterania hingga Arktik, Benua Eropa Mengalami Panas Tercepat, Tutupan Salju Menurun

Dosen UNG Menyoroti Gagal Bayar Pinjol Kalangan Anak Muda

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

AmsiNews

REKOMENDASI

Pemerintah Kota Gorontalo dan Dinas Pariwisata Membahas Pusat Informasi Geopark

Mudik Gratis Dengan Kapal Laut Pakai Sepeda Motor

Tol Laut untuk Pulau-pulau Kecil dan Terpencil di Teluk Tomini

Malakas Jadi Topan yang Sangat Kuat di Laut Filipina

Perkuat Kapasitas, LIPI Buka Pelatihan Indeks Kesehatan Mangrove

Iriana, Kapal Kargo Indonesia Kandas Karena Topan Gaemi di Pantai Taiwan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.