Rabu, April 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ini 6 Alasan Mengapa Terumbu Karang Patut Dilindungi

redaksi
18 Januari 2023
Kategori : Berita, Konservasi
0
Kapal Pariwisata dengan Desain Kearifan Lokal di Bunaken dan Labuan Bajo

Ekosistem terumbu karang. FOTO: DARILAUT.ID

Pertama, Terumbu Karang Mendukung 25% Spesies Laut

Terumbu karang adalah sarang keanekaragaman hayati, sebagai tempat berlindung, berkembang biak, mencari makan, dan area pembibitan untuk keanekaragaman spesies laut.

Meskipun terumbu ini membentuk kurang dari 1% dari dasar laut, ekosistem ini mendukung sekitar 25% dari semua spesies laut.

Itulah mengapa sekitar 6 juta nelayan di seluruh dunia bergantung pada ekosistem ini, yang diperkirakan memiliki nilai ekonomi US$375 miliar per tahun secara global dalam barang dan jasa ekonomi.

Di AS saja, nilai komersial tahunan perikanan dari terumbu karang diperkirakan lebih dari US$100 juta.

Kedua, Terumbu Karang Situs Warisan Budaya

Beberapa manfaat terumbu karang sulit diukur, terutama terkait dengan pembentukan warisan budaya. Karang memiliki nilai budaya yang signifikan bagi masyarakat pesisir di seluruh dunia.

Misalnya, penduduk Aborigin dan Kepulauan Selat Torres memiliki hubungan yang kuat dengan Great Barrier Reef di Australia; di Hawaii, polip karang dianggap sebagai salah satu organisme pertama yang diciptakan dalam cerita tradisional Hawaii, menggarisbawahi pentingnya dalam budaya Hawaii.

Bahkan bagi mereka yang tinggal jauh dari lautan, terumbu karang merupakan sumber keajaiban dan lambang keanekaragaman hayati laut.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Invertebratakeanekaragaman hayatiMitigasi Perubahan IklimTerumbu Karang
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Dom Pedro, Permata Aquamarine Terbesar di Dunia

Next Post

Metodologi Baru Menganalisis Dampak dan Ketergantungan Perusahaan Pada Alam

Postingan Terkait

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

21 April 2026
Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

21 April 2026

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Next Post
Metodologi Baru Menganalisis Dampak dan Ketergantungan Perusahaan Pada Alam

Metodologi Baru Menganalisis Dampak dan Ketergantungan Perusahaan Pada Alam

Komentar tentang post

TERBARU

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Siap Bersaing di Kancah Dunia, UNG Gelar Workshop Global University Rankings System 2025

Puncak Musim Hujan di Indonesia Awal Tahun 2024

Covid-19, Kongres Konservasi Dunia Ditunda

Reef I Togean Masih Terlihat Asli

Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-1 Akan Beroperasi Awal 2024

Jarak Siklon Charlotte Dari Cilacap 1190 km

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.