Deklarasi tersebut, yang diadopsi pada saat-saat terakhir UNEA-6, menyatakan bahwa penurunan kualitas alam merupakan ancaman serius terhadap pembangunan berkelanjutan dan bahwa kerja sama internasional sangat penting untuk menciptakan apa yang disebutnya “hari esok yang lebih baik.”
2. Negara-negara mengadopsi serangkaian resolusi yang luas
Setelah perundingan yang berlangsung hingga larut malam di hari kedua terakhir UNEA, negara-negara mengadopsi 15 resolusi yang menargetkan beberapa tantangan lingkungan hidup yang paling mendesak di planet ini.
Hal ini termasuk seruan untuk melakukan penambangan berkelanjutan atas mineral transisi energi, yang merupakan komponen penting dalam baterai kendaraan listrik, turbin angin, dan teknologi energi terbarukan lainnya.
Resolusi-resolusi lain mendesak negara-negara untuk mengendalikan polusi dari bahan-bahan kimia dan limbah, memerangi penggurunan dan degradasi lahan, mengurangi polusi udara, melindungi laut dan lautan, mengelola pasokan air tawar secara berkelanjutan dan lebih melindungi lingkungan selama masa konflik.
Resolusi UNEA dianggap sebagai langkah awal menuju perumusan perjanjian lingkungan hidup global dan kebijakan nasional.
3. Perayaan multilateralisme
Untuk pertama kalinya, UNEA mendedikasikan satu hari penuh untuk menampilkan Perjanjian Lingkungan Multilateral, serangkaian perjanjian internasional yang dirancang untuk melindungi planet ini.




