“Lagi-lagi semua itu kuncinya adalah teknologi, terutama teknologi masa depan. Di mana sudah jelas bahwa teknologi menuju green economy. Pasar dunia akan mengarah pada green product yang low carbon, environmentally efficient, dan socially inclusive,” kata Jokowi.
Jokowi berharap peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ini harus dimanfaatkan untuk mengambangkan teknologi nasional, apalagi bersamaan dengan lahirnya BRIN.
“Kita harus yakin bahwa dengan SDM dan SDA kita yang melimpah, kita memiliki kekuatan negosiasi yang kuat,” ujar Jokowi.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam monolognya mengatakan Indonesia memiliki semua unsur penting untuk menjadi negara maju. Potensi sumber daya alam yang melimpah, keanekaragaman hayati dan budaya yang tinggi, disertai dengan posis geografis yang strategis, ditambah dengan SDM dengan populasi yang tinggi adalah modal yang besar.
“Namun untuk mencapai semua itu kita perlu mendorong hadirnya inovasi berbarengan dengan penguasaan riset sebagai basis pertumbuhan ekonomi bangsa,” ujar Handoko.
Sumbangsih riset dan inovasi untuk menghasikan berbagai solusi dapat menjadikan tantangan yang dihadapi pemerintah, industri, dan masyarakat. Lahirnya UU Sisnas IPTEK No. 11 Tahun 2019 membawa Indonesia semakin dekat dengan cita-cita tersebut.





Komentar tentang post