“Kita memahami pentingnya interaksi secara kolektif untuk mengembangkan kerja sama, sumber daya pengetahuan, dan pada akhirnya solusi untuk keberlangsungan sumber daya maritim dan kelautan.”
Wenxi mengatakan pandemi menimbulkan timbunan sampah lebih dari sebelumnya, juga banyak negara mengalami penurunan di sektor ekonomi. Kaitannya pemulihan melalui ekonomi biru, potensi kelautan masih banyak yang belum dimanfaatkan.
Hanya pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan, yang dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
Selain penting karena para delegasi bisa kembali berinteraksi secara kolektif, pertemuan ini juga menyoroti hal lainnya.
“In-person meeting adalah highlight pertama. Kedua, para delegasi dari berbagai institusi, komunitas riset, dan pemangku kepentingan lainnya hadir untuk membahas apa yang telah dicapai dan apa yang bisa digali lebih banyak lagi. Ketiga, untuk mendorong inisiatif dan pandangan yang akan diajukan oleh negara anggota. Kami sangat optimis atas hasil akhir pertemuan nanti,” ujar Wenxi.
Co-chairperson pada pertemuan sebelumnya, Kentaro Ando, menjelaskan bahwa lautan terlalu luas untuk dikelola oleh satu negara, sehingga kerja sama internasional di bidang kelautan menjadi esensial.
Menurut Kentaro aktivitas WESTPAC meningkat tajam dari tahun ke tahun dan membuka interaksi dengan regional lainnya. Hal ini menjadikan WESTPAC menjadi region yang paling aktif dan menarik, dan diharapkan dapat berkolaborasi dengan regional lainnya.





Komentar tentang post