Senin, Juni 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengolah Sorgum Menjadi Mi Bebas Gluten

redaksi
23 Januari 2026
Kategori : Berita
0
Pesantren Hubulo Gorontalo Mulai Mengolah Sorghum Menjadi Gula dan Tepung

Untuk pertama kali, tanaman sorgum mulai diolah menjadi gula rendah kalori dan tepung di Pesantren Hubulo, Gorontalo, Sabtu (18/3/2023). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Mi berbasis sorgum cenderung mudah patah, berwarna kurang menarik, serta sulit membentuk untaian panjang.

Kondisi ini menuntut adanya penyesuaian, baik dari sisi peralatan maupun formulasi, agar mi sorgum memiliki mutu yang setara dengan mi berbahan gandum.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini Tengah mengembangkan seperangkat peralatan ekstrusi untuk menghasilkan mi bebas gluten berbasis sorgum.

Lia Ratnawati dari Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP), Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) – BRIN, mengatakan, bahan baku utama mengolah mi sorgum adalah tepung sorgum yang berasal dari biji sorgum kering yang telah melalui proses penepungan.

Tepung sorgum yang digunakan memiliki tingkat kehalusan 40 mesh, dengan karakteristik cita rasa dan bau netral, berwarna putih kecokelatan, tidak apek, tidak berbau, bebas hama, serta dalam kondisi kering, kata Lia.

Untuk mengatasi keterbatasan sorgum sebagai bahan baku mi, digunakan bahan tambahan berupa tepung jagung, tepung beras, dan tepung tapioka.

Penambahan bahan-bahan tersebut bertujuan meningkatkan elastisitas adonan sehingga mampu membentuk untaian mi yang panjang dan tidak mudah patah.

Adonan yang telah tercampur kemudian dimasukkan ke dalam mesin ekstruder untuk melalui rangkaian proses selanjutnya hingga terbentuk mi kering bebas gluten berbasis sorgum.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINLia RatnawatiMi Berbasis SorgumSorgum
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 92W Berada di Dekat Guam

Next Post

Beban Kerja Memori Terlalu Berat Salah Satu Penyebab Mahasiswa Cemas Saat Ujian Skripsi

Postingan Terkait

3000 Kapal dan 20 Ribu Pelaut Terjebak di Wilayah Konflik di Timur Tengah

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

15 Juni 2026
Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

15 Juni 2026

Bambu Dapat Memulihkan Ekosistem dan Pengendalian Erosi

Gempa Sarangani Mengakibatkan 54 Ribu Rumah Rusak di Mindanao, 249 di Sulawesi Utara

Infeksi Virus Ebola di Kongo Terus Menyebar, Dapat Menyasar Anak-anak

Silvofishery, Model Budidaya Ikan Berkelanjutan yang Menggabungkan Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

TEMPO Kembali Mengalami Serangan Digital

Mahasiswa Teknik Geologi UNG dan BPBD Provinsi Gorontalo Salurkan Bantuan ke Lokasi Banjir di Gorontalo Utara

Next Post
Literasi dan Sastra untuk Kemajuan Bangsa

Beban Kerja Memori Terlalu Berat Salah Satu Penyebab Mahasiswa Cemas Saat Ujian Skripsi

TERBARU

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

Bambu Dapat Memulihkan Ekosistem dan Pengendalian Erosi

Gempa Sarangani Mengakibatkan 54 Ribu Rumah Rusak di Mindanao, 249 di Sulawesi Utara

Infeksi Virus Ebola di Kongo Terus Menyebar, Dapat Menyasar Anak-anak

Silvofishery, Model Budidaya Ikan Berkelanjutan yang Menggabungkan Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

AmsiNews

REKOMENDASI

Kearifan Lokal Relevan Sebagai Landasan Konservasi Laut di Indonesia

Sekolah Virtual Mengamati Benda Langit dengan Teleskop Terbesar di Dunia

Spesies Baru Katak Kecil Bermulut Sempit Dari Sumatera

Spesies Baru Cecak Jarilengkung di Vegetasi Mangrove Pulau Obi

KKP Tangani 108 Kasus Pelanggaran Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Evolusi Kapal Layar Padewakang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.