Misalnya, dolphins (lumba-lumba) dan porpoises yang menggunakan resolusi tinggi, frekuensi tinggi, biosonar bawah air untuk menargetkan mangsa dan menavigasi.
Sementara paus balin berkembang biak dan berkomunikasi dengan menggunakan lagu yang kompleks dan ditransmisikan pada frekuensi rendah melalui jarak yang cukup jauh.
Semakin Keras
Sejak Revolusi Industri, lautan telah dibanjiri kebisingan dari pelayaran komersial, survei geofisika, pesawat terbang rendah, pengeboran minyak, turbin angin lepas pantai, penangkapan ikan dengan alat peledak yang sangat kuat (dinamit).
Kemudian, kapal selam, pengerukan, latihan militer, penghancuran artileri yang tidak meledak, penambangan dasar laut, pembangunan infrastruktur, dan sistem navigasi sonar.
Beberapa ahli telah memberikan alarm (tanda bahaya) tentang konsekuensi yang mengganggu kebisingan bawah air, seperti pada invertebrata, penyu, hiu, lumba-lumba dan paus.
Studi tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bahwa pengiriman (shipping) telah berkontribusi pada peningkatan 32 kali lipat dalam kebisingan frekuensi rendah di sepanjang rute pelayaran utama dalam 50 tahun terakhir. Selain itu, kebisingan dari sonar telah dikaitkan dengan terdamparnya paus di darat.
“Meskipun kami memiliki beberapa bukti tentang efek merugikan dari polusi suara, seperti banyak ilmu pengetahuan yang terkait dengan pemahaman kehidupan di bawah air, kami tahu terlalu sedikit untuk mendorong perubahan dalam kebijakan dan praktik secara memadai,” kata Leticia Carvalho, Head of the United Nations Environment Programme’s (UNEP) Marine and Freshwater Branch.





Komentar tentang post