Muchlis juga merinci bahwa Temu Pemuda Gorontalo 2026 akan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen strategis kepemudaan secara komprehensif.
Peserta yang dijadwalkan hadir terdiri dari Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Kepemudaan Islam (OKPI), perwakilan pelajar, Gerakan Pramuka, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi, hingga jajaran komunitas pemuda tingkat Provinsi Gorontalo.
Kehadiran seluruh elemen ini diharapkan dapat menciptakan diskusi yang kaya akan perspektif dan solusi nyata bagi tantangan lokal di era digital.
Merespons persiapan agenda atersebut, Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe, memberikan penegasan mengenai pentingnya sinergi kolektif ini demi masa depan daerah.
Sultan menekankan bahwa setiap kelompok pemuda memang bergerak dalam konteks, wadah, dan tantangan yang berbeda-beda di lapangan. Namun, pemerintah meyakini bahwa semuanya memiliki aspirasi yang sama, yaitu melihat Provinsi Gorontalo tumbuh menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Oleh karena itu, Disparekrafpora berkomitmen penuh mengawal dan memfasilitasi hasil aspirasi dari pertemuan ini agar dapat diintegrasikan langsung sebagai motor penggerak kebijakan pembangunan daerah menuju visi besar Indonesia Emas 2045.




