Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Hafidz menyambut dengan baik kolaborasi implementasi Ekspedisi Patriot bersama dengan IPB University.
Melalui inisiasi kolaborasi ini, menurut Hafidz, UNG berkomitmen untuk bersinergi dalam melakukan penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia yang mendukung kesuksesan program Ekspedisi Patriot.
Diharapkan hasil dari riset dan pemetaan yang dilakukan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan daerah maupun nasional, kata Hafidz.
“Semoga inisiasi kerja sama” antara UNG dan IPB University “untuk mendukung program pemerintah, dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan sosial melalui pendekatan akademik dan riset berbasis kolaborasi dapat terwujud,” ujarnya.
Program Ekspedisi Patriot
Melansir ipb.ac.id IPB University dan Kementrans secara resmi melepas Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang akan bertugas melakukan kajian strategis di kawasan transmigrasi.
Ekspedisi ini melibatkan 285 pengembara, terdiri atas 135 mahasiswa dan 93 alumni IPB University yang terbagi dalam 57 tim. Selama empat bulan, para pengembara akan diterjunkan di 21 provinsi, 34 kabupaten, dan 36 lokus transmigrasi di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Dr Velix Vernando Wanggai, menyampaikan bahwa program ini bukan hanya misi teknokratik, melainkan juga misi spiritual dan nilai leluhur bangsa.




