Darilaut – Perhatian Islam terhadap alam sangat kuat dan tercermin dari banyaknya ayat dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Mantan Menteri Agama sekaligus cendikiawan Muslim Indonesia, Muhammad Quraish Shihab dalam tausiyah pada acara silaturahmi Menteri Agama dengan pimpinan ormas Islam di Kediaman Dinas Menteri Agama, Jakarta, Sabtu (14/3).
“Dalam Al-Qur’an, ayat yang berkaitan dengan hukum mungkin hanya sekitar dua ratus sampai tiga ratus ayat. Tetapi yang berbicara tentang alam dan lingkungan jumlahnya jauh lebih banyak, bisa mencapai sekitar seribu ayat,” ujar Quraish Shihab, mengutip Kemenag.go.id.
Melalui pendekatan ekoteologi, manusia dipandang sebagai bagian dari sistem ciptaan Tuhan yang harus dijaga keseimbangannya.
Quraish Shihab menjelaskan bahwa Al-Qur’an menggambarkan alam sebagai bagian dari sistem kosmik dalam kekuasaan Tuhan.
Dalam firman Allah: “Milik-Nya apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah” (QS. Thaha: 6).
Menurut Quraish Shihab, ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia hidup di tengah keteraturan ciptaan Tuhan. Karena itu, manusia dituntut menjaga keseimbangan yang telah diciptakan-Nya.
Memakmurkan Bumi
Quraish Shihab menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, manusia tidak hanya diminta menjaga alam, tetapi juga memakmurkannya.




