Menurut Annisa, fenomena masuknya kembali sampah antariksa ke atmosfer merupakan konsekuensi meningkatnya aktivitas peluncuran satelit global. Oleh karena itu, pemantauan objek di orbit terus dilakukan secara internasional guna mitigasi risiko serta penyampaian informasi dini kepada publik.
Di tingkat nasional, Indonesia dinilai perlu memperkuat sistem pemantauan keantariksaan, antara lain melalui penambahan kamera pengamat dan stasiun bumi, serta peningkatan literasi masyarakat terkait fenomena antariksa.
OAIL Kembangkan Smart All-sky Camera
Sebagai bagian dari jejaring Indonesian Sky Patrol Network (ISPN), OAIL tengah mengembangkan instrumen Smart All-sky Camera yang mampu mengidentifikasi benda jatuh antariksa secara waktu nyata.
Pengembangan ini dipimpin dosen Program Studi Sains, Atmosfer dan Keplanetan Itera, Dr. Robiatul Muztaba dan melibatkan kolaborasi dengan berbagai institusi, seperti BRIN, ITB, dan anggota ISPN lainnya.
Salah satu kamera All-Sky OAIL yang telah terpasang juga berhasil merekam fenomena tersebut. Hasil pengukuran sederhana menunjukkan arah jatuh objek sekitar 30 derajat, sejalan dengan karakteristik orbit roket CZ-3B R/B.
OAIL mengimbau masyarakat untuk tetap tenang apabila menyaksikan fenomena serupa, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta melaporkan temuan benda jatuh dari langit kepada pihak berwenang.




