Berdasarkan basis data prediksi jatuhnya benda antariksa dari Center for Orbital and Reentry Debris Studies (CORDS) milik The Aerospace Corporation, menampilkan hasil prediksi benda jatuh secara komputasi.
Terdapat 4 kandidat benda jatuh berupa sampah antariksa pada tanggal 4 April 2026 yaitu Starlink-4461 (NORAD ID 53503), Starlink-4404 (ID 53195), CZ-4B R/B (ID 67301), CZ-3B R/B (ID 62805). Ukuran yang besar membuat kemungkinan objek tersebut adalah salah satu dari CZ-4B atau CZ-3B.
Fenomena masuknya kembali sampah antariksa ke atmosfer merupakan konsekuensi meningkatnya aktivitas peluncuran satelit global. Oleh karena itu, pemantauan objek di orbit terus dilakukan secara internasional guna mitigasi risiko serta penyampaian informasi dini kepada publik.
Analisis lanjutan menggunakan kamera all-sky milik OAIL menunjukkan bahwa objek berada pada inklinasi/kemiringan orbit 32° – 34°. Pengerucutan objek menjadi CZ-3B karena inklinasinya orbitnya yang kecil (28,0°).
Objek tersebut bukan CZ-4B karena CZ-4B mengorbit dengan orbit sun synchronous dengan inklinasi 97,3°. Dengan demikian, objek yang teramati paling sesuai dengan karakteristik CZ-3B R/B yang memiliki inklinasi orbit sekitar 28 derajat.

Annisa mengatakan sebagian besar material dari objek yang mengalami re-entry akan terbakar habis di atmosfer. Hanya sebagian kecil fragmen yang berpotensi mencapai permukaan Bumi, dengan probabilitas sangat rendah jatuh di kawasan permukiman, mengingat sebagian besar wilayah Bumi berupa lautan.




