Minggu, Juni 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jangan Berharap Semua Terumbu Karang di Raja Ampat Bagus Sekali

redaksi
5 Desember 2018
Kategori : Berita
0
Prof Suharsono

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Suharsono. FOTO: DARILAUT.ID

Gorontalo – Pusat Penelitian Oseanografi (P2O), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah mengeluarkan Status Terumbu Karang 2018. Berdasarkan data terbaru, secara umum status terumbu karang sedikit mengalami perubahan.

“Jangan berharap terumbu karang di Raja Ampat (Papua Barat) semua bagus sekali,” kata Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Suharsono, Rabu (5/12) di Gorontalo.

Suharsono berada di Gorontalo berkaitan dengan Sosialisasi & Replikasi Kegiatan Pemulihan Terumbu Karang yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu (5/12) hingga Kamis (6/12).

Menurut Suharsono, status terumbu karang 2018 ini ada ketambahan yang jelek. Selain itu, perubahan kondisi terumbu karang selain rusak karena pencemaran, juga akibat bleaching (pemutihan karang).

Terumbu karang yang baik, kata Suharsono, masih banyak ditemukan di lokasi-lokasi yang ada pengembangan wisata bawah laut.

Sesuai riset yang dilakukan Tim peneliti P2O LIPI, secara umum kondisi terumbu karang di wiliayah selatan dan barat mempunyai kondisi yang jelek. Kondisi ini sebagai akibat lingkungan yang ekstrim yakni berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Selain itu, daerah tersebut juga akibat bleaching pada 2016.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: P2O LIPIRaja AmpatTerumbu Karang
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Prof Suharsono: Sulawesi Terluas Terumbu Karang, Terbanyak Pengebom Ikan

Next Post

Disepakati Kawasan Konservasi Hiu Paus di Bone Bolango

Postingan Terkait

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

7 Juni 2026
66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

7 Juni 2026

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Next Post
hiu paus

Disepakati Kawasan Konservasi Hiu Paus di Bone Bolango

Komentar tentang post

TERBARU

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

AmsiNews

REKOMENDASI

KPU Kabupaten Gorontalo Rakor Perdana Pemutakhiran Daftar Pemilih

Langka, Gerhana Matahari Hybrid Akan Terjadi di Indonesia

Prospek Ikan Hias Air Tawar

Siklon Tropis Tiffany Dapat Berdampak Angin Kencang di Nusa Tenggara

Banjir Rob Rendam Serang dan Cirebon

92W Berada di Dekat Palau, 93W Berpeluang Menguat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.