Danau penghalang terbentuk ketika puing-puing dari gempa bumi, hujan deras, atau tanah longsor menyumbat sungai dan menciptakan bendungan alami.
Bendungan alami semacam itu seringkali berstruktur longgar, sehingga rentan terhadap erosi dan keruntuhan, terutama saat air terakumulasi, yang berpotensi menyebabkan kerusakan parah di hilir.
Pada bulan Juli 2025, hujan deras yang dibawa oleh Badai Tropis Wipha menyebabkan tanah longsor besar di lahan hutan hulu di sepanjang Matai’an Creek, yang menciptakan danau tersebut.
Badan Kehutanan dan Konservasi Alam awalnya menilai bendungan tersebut stabil, meluncurkan simulasi dan evaluasi risiko, serta memulai pemantauan waktu nyata.
Pada hari Selasa (23/9), ketika Topan Ragasa membawa hujan deras, danau mulai meluap pada pukul 14.50.
Sekitar 15,4 juta meter kubik air — kira-kira volume 6.000 kolam renang ukuran Olimpiade — meluap dari danau hanya dalam 30 menit. Banjir melanda hilir Kota Guangfu, Fenglin, dan Wanrong.
Danau Terbentuk
Danau ini terbentuk pada 21 Juli, dan pemerintah pusat telah membentuk tim tanggap darurat pada akhir Juli untuk melakukan survei udara, pemodelan, dan penilaian risiko.
Awal Agustus, pertemuan gabungan dengan pejabat setempat dan penerapan langkah-langkah pencegahan telah dilakukan.




