“Kemampuan memverifikasi informasi dan mencari sumber referensi yang benar diperlukan masyarakat, diharapkan peserta dapat terlibat menahan laju sebaran hoaks atau informasi bohong yang dampaknya cukup besar dan merusak sendi-sendi sosial, bahkan mempengaruhi kebijakan,” kata Wakil Ketua II AMSI sekaligus Penanggung Jawab Program Cek Fakta, Irfan Junaidi.
Ada 7 poin materi yang diterima peserta: 1) Dampak Media Sosial untuk Pemahaman Publik mengenai Informasi, 2) Siaran Pers dan Esensi Karya Jurnalistik, 3) Mengenali Advertorial dan bentuk Native Advertising lain.
4) Mengenali Jurnalisme yang Mengabdi untuk Publik, 5) Meretas Algoritma Media Sosial Anda, 6) Kebenaran, Bukti dan Batasan Jurnalisme, 7) Mewaspadai Makna Ganda: Efek Visual/Foto dalam Berita.
Kegiatan pelatihan literasi berita ini akan dilaksanakan di 9 wilayah dengan metode tatap muka dan 1 wilayah dengan metode pelatihan online.
10 wilayah yang menjadi tempat pelatihan yaitu Papua, Kalimantan Tengah, Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Gorontalo.
Pelatihan literasi berita untuk publik melawan mis/disinformasi di Kota Jayapura, Papua berlangsung selama dua hari, 9 – 10 Mei diikuti 37 peserta dari 25 kuota yang disiapkan AMSI Papua.





Komentar tentang post