Demikian pula Araujo dan Naimi (2020) memprediksi dengan model matematis yang memasukkan kondisi demografi manusia dan mobilitasnya. Peneliti menyimpulkan iklim tropis dapat membantu menghambat penyebaran virus tersebut.
Dijelaskan bahwa terhambatnya penyebaran virus dikarenakan kondisi iklim tropis dapat membuat virus lebih cepat menjadi tidak stabil. Sehingga penularan virus Corona dari orang ke orang melalui lingkungan iklim tropis cenderung terhambat. Akhirnya, kapasitas peningkatan kasus terinfeksi untuk menjadi pandemik juga akan terhambat.
Hasil kajian Tim gabungan BMKG-UGM menjelaskan bahwa analisis statistik dan hasil pemodelan matematis di beberapa penelitian di atas mengindikasikan bahwa cuaca dan iklim merupakan faktor pendukung untuk kasus wabah ini berkembang pada outbreak yang pertama di negara atau wilayah dengan lintang tinggi.
Tapi bukan faktor penentu jumlah kasus, terutama setelah outbreak gelombang yang kedua. Meningkatnya kasus pada gelombang kedua saat ini di Indonesia, tampaknya lebih kuat dipengaruhi oleh pengaruh pergerakan atau mobilitas manusia dan interaksi sosial.
Kondisi cuaca atau iklim serta kondisi geografi kepulauan di Indonesia, sebenarnya relatif lebih rendah risikonya untuk berkembangnya wabah Covid-19. Namun fakta menunjukkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia sejak awal bulan Maret 2020.





Komentar tentang post