Di perairan biru yang tenang di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, seekor raksasa laut jinak kembali menampakkan diri. Hiu paus (Rhincodon typus), ikan terbesar di dunia yang bagi masyarakat lokal dikenal dengan nama munggiyango hulalo, telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Gorontalo, Teluk Tomini.

Setiap kali tubuhnya yang berkilau di bawah sinar matahari muncul ke permukaan, masyarakat dan wisatawan dibuat takjub. Fenomena ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga kisah tentang bagaimana manusia dan laut saling menjaga keseimbangan satu sama lain.
Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) Orca Botubarani, Olis Latief, menjadi saksi hidup perjalanan panjang hiu paus di kawasan ini. Ia masih mengingat jelas saat hiu paus sempat menghilang dari perairan Botubarani.
“Hiu paus ini di tahun 2016 sempat menghilang selama tiga bulan karena munculnya paus orca, tapi setelah itu muncul lagi dan sampai sekarang masih sering terlihat,” ujar Olis.




