“Dulu, padi akan basah kuyup dan kami kesulitan mengeringkannya,” ujarnya. “Sekarang, karena tahu kapan hujan diperkirakan akan turun, saya bisa menunggu sebelum memanen. Hal ini sangat memudahkan pekerjaan.”
Memantau Kekeringan
Di tingkat nasional, data memberikan gambaran yang lebih luas: di mana kekeringan akan melanda, tanaman dan wilayah mana yang paling rentan terdampak, serta ke mana bantuan harus disalurkan. Dengan memanfaatkan data satelit, ASIS membantu mengubah wawasan menjadi tindakan nyata, yakni menghubungkan pemantauan kekeringan dengan pengambilan keputusan di lapangan.
Dengan memantau tekanan akibat kekeringan pada lahan pertanian, ASIS memberikan waktu bagi pemerintah dan petani untuk melindungi mata pencaharian, mengamankan pasokan pangan, dan mengambil tindakan sebelum kerugian menjadi tak terpulihkan, kata Jorge Alvar-Beltrán, Pejabat Sumber Daya Alam FAO.
FAO mendukung berbagai negara di Amerika Latin dan Asia untuk menyesuaikan ASIS dengan jenis tanaman dan kalender tanam mereka masing-masing. Dengan demikian, kekeringan dapat dideteksi lebih dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan dapat diterapkan di wilayah yang paling membutuhkannya. Saat ini, lebih dari 10 negara telah memiliki sistem ASIS di tingkat nasional.




