OCHA – bersama dengan badan-badan PBB lainnya, Palang Merah Internasional, universitas, sektor swasta dan LSM – tetap terlibat lama setelah tsunami untuk mendukung Indonesia dan Provinsi Aceh dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana.
Pada 2024, setelah 20 tahun gempa dan tsunami Aceh, Smong kini menjadi bagian dari kurikulum setiap sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Simeulue dan juga di beberapa kabupaten lainnya, kata Ahmadi, seorang jurnalis setempat.
Asosiasi pendongeng di Provinsi Aceh bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Simeulue melakukan komunikasi dengan kabupaten-kabupaten lain agar melakukan hal yang sama.
“Saat terjadi gempa dan tsunami, Anda akan panik, Anda tidak bisa diharapkan untuk berpikir,” kata Ahmadi.
“Inilah sebabnya mengapa latihan darurat harus ditanamkan dan menjadi kebiasaan. Ini harus dimulai sejak dini.”
Melansir Dishub.acehprov.go.id kisah Smong disampaikan kepada generasi muda termasuk anak-anak dalam berbagai kesempatan, seperti saat memanen cengkeh. Dulu Simeulue terkenal dengan cengkehnya, anak-anak sering ikut membantu orang tua mereka saat memanen cengkeh. Tidak heran jika setiap memanen cengkeh, kisah-kisah Smong jadi selingan di tengah kesibukan.
Selain itu, nafi-nafi juga disampaikan di surau-surau mengaji setelah shalat magrib. Nasihat-nasihat tentang kehidupan dan kisah Smong disampaikan setelah mengaji. Smong juga menjadi pengantar tidur anak-anak di malam hari.



