Mengapa Hasilnya Berbeda? Secara opini ilmiah, ada beberapa kemungkinan penjelasan.
Pertama, efikasi diri mahasiswa. Mahasiswa dengan kepercayaan diri tinggi dan kemampuan regulasi emosi yang baik cenderung mampu mengelola tekanan ujian. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri, semakin baik kemampuan self-regulated learning seseorang
Kedua, jenis ujian yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan pada ujian blok integumen yang dinilai memiliki tingkat kesulitan relatif lebih rendah. Tingkat kesulitan materi dapat memengaruhi persepsi ancaman dan tingkat kecemasan.
Ketiga, pengalaman sebelumnya. Mahasiswa yang sudah pernah menghadapi OSCE kemungkinan telah mengembangkan strategi coping yang lebih efektif. Artinya, kecemasan bukan hanya soal jenis ujian, tetapi juga soal kesiapan psikologis dan pengalaman individu.
Karakteristik Mahasiswa
Penelitian ini juga menunjukkan mayoritas responden berusia 20 tahun dan didominasi mahasiswa perempuan (60,4%).
Beberapa studi menyebutkan mahasiswa perempuan cenderung unggul dalam keterampilan komunikasi saat OSCE, yang dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka. Namun demikian, faktor psikososial seperti dukungan sosial, tekanan akademik, dan budaya belajar juga berperan besar dalam membentuk respons emosional terhadap ujian.




