Darilaut – Keselamatan wisata buhan hanya tanggung jawab operator layanan, melainkan seluruh pihak, termasuk pengunjung itu sendiri. Keselamatan bukan sekadar pelengkap dalam aktivitas wisata.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan keselamatan wisata merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem pariwisata generatif yang berkelanjutan di Indonesia.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini Mohamad Paham, dalam opening remarks Kuliah Umum bertajuk “Keselamatan Wisata” di Politeknik Pariwisata Makassar, menjelaskan keselamatan wisata dapat dipengaruhi berbagai faktor.
Mulai dari kondisi cuaca dan karakteristik alam, hingga aspek teknis operasional serta faktor manusia atau human error.
Namun demikian, kata Martini, standar keselamatan yang kuat hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Martini wisatawan masa kini tidak lagi dapat bersikap pasif. Mereka perlu menjadi wisatawan yang bertanggung jawab.
Wisatawan harus memiliki kesiapan yang matang dalam menjaga keamanan diri sendiri serta memastikan kelayakan perbekalan yang dibawa, bersikap disiplin dengan memilih jasa pelayanan pariwisata yang telah memiliki sertifikat, izin resmi, serta lisensi khusus.
Langkah tersebut dinilai sebagai cara paling efektif untuk meminimalkan sekaligus memitigasi risiko kecelakaan, khususnya pada sektor transportasi pariwisata yang kerap menjadi perhatian publik.




