Pertolongan Pertama
Kebanyakan korban yang mengalami luka karena terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri. Korban luka-luka itu kebanyakan dari ibu-ibu karena saat gempa pertama mereka panik, lalu banyak yang jatuh dan terpeleset.
Mahasiswa KKN UMY memberikan perawatan luka dengan menggunakan perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang dibawa ke lokasi. Respons ini didukung pembekalan kegawatdaruratan dari kampus serta keberadaan divisi kesehatan internal di tiap kelompok.
Selain penanganan medis darurat, mahasiswa membagikan stok beras pribadi untuk kebutuhan makan bersama warga di titik pengungsian.
Bantuan logistik dari pemerintah daerah maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum tiba di lokasi, sementara perangkat desa masih berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Mengungsi Mandiri dan Krisis Logistik
Lumpuhnya pusat perbelanjaan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan pangan dan air bersih. Warga di kawasan pesisir Kelurahan Pota dan sekitarnya kini mengungsi dan mendirikan tenda secara mandiri di sekitar posko KKN UMY.
Distribusi bantuan juga terhambat oleh aksesibilitas jalan. Akses antar kabupaten mengalami kerusakan di sejumlah titik yang menyulitkan mobilisasi bantuan.
“Di Kelurahan Pota, masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan sekitarnya terdampak cukup luas,” ujar Fifin, seraya menambahkan mereka sudah mengungsi dan membuat tenda secara mandiri.




