Darilaut – Topan (typhoon) Koto membawa gelombang tinggi di Laut Cina Selatan, pada Jumat (28/11). Tinggi gelombang ini memengaruhi perairan Kepulauan Riau.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 9,1 meter (30 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Selama enam jam terakhir Koto bergerak dengan kecepatan 4 km per jam (2 knot). Sistem ini dengan jarak 691 km di timur-tenggara Da Nang, Vietnam.
JTWC memperkirakan geser angin yang tinggi berlanjut selama 36 jam ke depan, yang akan menyebabkan tren pelemahan yang signifikan.
Sistem ini akan bergerak perlahan ke utara, dan diperkirakan akan berbelok tajam ke barat menuju dan melewati Vietnam dalam beberapa hari ke depan.
Masuknya udara kering dan naiknya air dingin diperkirakan akan menghambat perkembangan.
Kondisi Cuaca di Kepulauan Riau
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Koto menurun dalam 24 jam menjadi kategori 2 (dua), menjauhi wilayah Indonesia. Namun topan ini dapat memberikan dapak terhadap cuaca di Indonesia.
Dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan dapat berupa: hujan dengan intensitas sedang – lebat di wilayah Kepulauan Riau.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di wilayah Perairan Kepulauan Anambas bagian selatan, Perairan Bintan – Lingga, Selat Karimata bagian utara.




