Darilaut – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyusun peta nasional untuk sebaran dua ekosistem penting di pesisir yaitu terumbu karang dan padang lamun.
Direktur Konservasi Ekosistem KKP Firdaus Agung, mengatakan, saat ini penyusunan peta terumbu karang dan padang lamun Indonesia telah memasuki proses validasi publik. Diharapkan pada akhir tahun 2025, peta dapat diluncurkan.
“Pertemuan validasi ini merupakan tonggak terbangunnya jejaring pemangku kepentingan dalam mewujudkan pemutakhiran data peta terumbu karang dan padang lamun Indonesia,” ujar Firdaus di sela-sela kegiatan Validasi Publik Penyusunan Peta Terumbu Karang dan Padang Lamun Indonesia, di Jakarta, pada Selasa (22/7).
Selain itu, kata Firdaus, peta tersebut untuk mendukung rencana aksi nasional, dan pengembangan kegiatan pengelolaan ekosistem terumbu karang dan padang lamun nasional.
Penyusunan peta dilakukan bersama The Indonesian Seagrass Mapping Partnership yang mendapat dukungan pendanaan dari The David and Lucile Packard Foundation, sebuah kemitraan yang terdiri dari Universitas Gajah Mada (UGM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Unversitas Hasanuddin, dan University of Queensland Australia didukung oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) melalui Program Koralestari.




