Selasa, Oktober 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

KKP Temukan Selisih Produksi Perikanan Tangkap Rp 35,3 Triliun

redaksi
25 Juli 2019
Kategori : Berita
0
KKP Temukan Selisih Produksi Perikanan Tangkap Rp 35,3 Triliun

Ikan Cakalang. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menemukan selisih produksi perikanan tangkap sebesar 1.177.978,85 ton atau Rp 35,3 triliun.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, M Zulficar Mochtar mengatakan, hasil ini berdasarkan review Laporan Kegiatan Usaha dan Laporan Kegiatan Penangkapan (LKU/LKP) tahun 2017 – 2018.

Apabila dirupiahkan, selisih ini sekitar Rp 35,3 triliun dengan asumsi harga ikan rata-rata Rp 30.000 per kilogram.

Menurut Zulficar, potensi pajak dari selisih dimaksud bisa mencapai Rp 5 triliun. Potensi pajak tersebut sedang dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Pajak.

Banyak dampak akibat ketidaktaatan ini. Data statistik menjadi terganggu, ketaatan terhadap pajak menjadi tidak akurat, dan masih banyak lagi.

“Ini yang harus terus kita benahi bersama. Para pelaku usah wajib taat dan disiplin terhadap kewajiban-kewajibannya,” ujarnya.

Saat ini, kata Zulficar, dari total 7.987 kapal perikanan yang beroperasi terdapat 2.183 kapal yang sudah expired (kadaluwarsa) izinnya.

“Bayangkan, jika 2.183 unit kapal perikanan yang izinnya sudah expired itu melaut, maka akan berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar 156.050 GT setara dengan Rp 137,846 milyar, ini merupakan angka yang sangat besar,” kata Zulficar, di Gedung Mina Bahari 2, kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rabu (24/7).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Ditjen Perikanan TangkapKKPPerikanan TangkapProduksi Perikanan
Bagikan28Tweet3KirimKirim
Previous Post

Ini Modus Markdown Kapal Perikanan

Next Post

Kondisi Perikanan Tangkap di Indonesia

Postingan Terkait

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

13 Oktober 2026
Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

13 Oktober 2026

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

Angin Kencang dan Potensi Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Topan Koguma Sedikit Melemah di Dekat Tokyo

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Mekanisme Pergerakan Naik

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Dirasakan III-IV MMI di Buol dan Tolitoli

Gempa Darat Magnitudo 5,7 Guncang Pohuwato

Next Post
Kondisi Perikanan Tangkap di Indonesia

Kondisi Perikanan Tangkap di Indonesia

Komentar tentang post

TERBARU

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

Angin Kencang dan Potensi Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Topan Koguma Sedikit Melemah di Dekat Tokyo

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

AmsiNews

REKOMENDASI

Masih Banyak Rumah Warga di Kawasan Rawan Bencana Gunung Lewotobi Laki-Laki

UNG Sukses Selenggarakan UTBK Kompetensi Pengetahuan dan Profesional Guru

Panitia UTBK UNG Berhasil Mengantisipasi Upaya Joki di Gorontalo

Presiden Minta Daerah Tak Paksakan Adaptasi Kebiasaan Baru

UNG Menambah Dua Tenaga Pendidik Guru Besar

IOM dan UNEP Bangun Lahan Basah Buatan di Irak Selatan yang Menghadapi Panas dan Kekeringan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.